Showing posts with label GO GREEN. Show all posts
Showing posts with label GO GREEN. Show all posts

Penanggulangan Kebakaran Hutan



Kebakaran hutan merupakan ancaman tersendiri bagi Negara yang bersangkutan maupun bagi mansyarakat dunia secara umum. Telah dipahami bahwa hutan memegang peranan yang penting bagi keseimbangan hidup di bumi. Alpanya hutan menjaga bumi akan berimbas pada hidup organisme termasuk manusia di dalamnya. Oleh sebab itu, keberlangsungan hutan bukanlah sebuah opsi tetapi sebuah keharusan. Sayangnya, beberapa tahun belakangan, kerusakan terhadap hutan seolah tak bisa dicegah. Angka statistik menunjukkan fakta semakin berkurangnya areal hutan hari demi hari. 

Salah satu penyebabnya adalah kebakaran hutan, baik itu yang terjadi secara alamiah maupun karena adanya campur tangan manusia. Langkah penanggulangan kebakaan hutan perlu digalakkan sebab jika tidak, bukan hal yang tak mungkin kelak bumi bukan lagi planet yang nyaman dihuni anak cucu kita sebagai generasi selanjutnya.
Khusus di Indonesia, pada hakekatnya penanggulangan hutan telah di atur dengan jelas di dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.12/Menhut-Ii/2009 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan. Adapun upaya penanggulangan yang dimaksut tersebut antara lain:
  1. Memberdayakan sejumlah posko yang bertugas menanggulangi kebakaran hutan di semua tingkatan. Pemberdayaan ini juga harus disertai dengan langkah pembinaan terkait tindakan apa saja yang harus dilakukan jika kawasan hutan telah memasuki status Siaga I dan juga Siaga II.
  2. Memindahkan segala macam sumber daya baik itu manusia, perlengkapan serta dana pada semua tingkatan mulai dari jajaran Kementrian Kehutanan hingga instansi lain bahkan juga pihak swasta.
  3. Memantapkan koordinasi antara sesame instansi yang saling terkait melalui dengan PUSDALKARHUTNAS dan juga di lever daerah dengan PUSDALKARHUTDA tingkat I dan SATLAK kebakaran lahan dan juga hutan.
  4. Bekerjasama dengan pihak luar seperti Negara lainnya dalam hal menanggulangi kebakaran hutan. Negara yang potensial adalah Negara yang berbatasan dengan kita misalnya dengan Malaysia berama pasukan BOMBA-nya. Atau juga dengan Australia bahkan Amerika Serikat.
Upaya penanggulangan kebakaran hutan ini tentunya harus sinkron dengan upaya pencegahan. Sebab walau bagaimanapun, pencegahan jauh lebih baik dari memanggulangi. Ada beragam cara yang bisa dilakukan dalam rangka mencegah kebakaran hutan khususnya yang disebabkan oleh perbuatan manusia seperti membuang punting rokok di wilayah yang kering, kegiatan pembukaan lahan dan juga api unggun yang lupa dimatikan. Upaya pencegahannya adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya mereka yang berhubungan langsung dengan hutan. Masyarakat ini biasanya tinggal di wilayah hutan dan memperluas area pertaniannya dengan membakar. Pemerintah harus serius mengadakan sosialisi agar hal ini bisa dicegah.

Pada dasarnya upaya penanggulangan kebakaran hutan juga bisa disempurnakan jika pemerintah mau memanfaatkan teknologi semacam bom air. Atau bisa juga lebih lanjut ditemukan metode yang lebih efisien dan ampuh menaklukkan kobaran api di hutan. Langkah yang paling baik adalah dengan mengikutsertakan para perangkat pendidikan agar merancang teknologi maupun metode yang membantu pemerintah di level praktis. Sokongan dana dari pemerintah akan membuat program tersebut lebih baik dan terarah.(source)

Tanaman-Tanaman Air Pembersih Kolam

Bunga Teratai
Tanaman air tidak hanya membuat kolam di pekarangan rumah kita lebih asri dan terlihat indah tetapi juga memberi banyak manfaat bagi kelangsungan ekosistem air itu sendiri. Sebagai contoh, menambah persediaan oksigen, menyerap kandungan racun dalam air, dan menjadi tempat ikan untuk berkembang biak.

Namun, ketika memilih tanaman air untuk kolam di taman, sesuaikan kolam jenis tanaman air dengan konsep kolam kita. Contoh, untuk rumah minimalis, pilih jenis-jenis tanaman air berbentuk sederhana seperti bambu air, lotus, melati air, atau ilalang air. Sementara untuk kolam yang menghadirkan suasana tropis, kita dapat memilih tanaman yang berukuran besar dan dalam jumlah banyak, antara lain teratai, ilalang air, dan antanan berdaun besar.   

Tanaman air yang digunakan tentunya tanaman yang hidup di atas permukaan air. Selain jenis-jenis yang disebutkan di bawah ini, sebagai mana dipaparkan Tabloid Rumah, masih ada beberapa jenis tanaman lain. Misalnya, kana air, sagita, mata panah, antanan, pentol korek, water poppy, paku ekor kuda, teki air, Cyperaceae, melati air, star grass, dan seledri air. 

1. Enceng gondok  
Tanaman ini memang lebih dikenal sebagai gulma, namun pada dasarnya enceng gondok atau Eichornia crassipes juga merupakan tanaman penghias. Termasuk tanaman air yang mengapung, batang daun enceng gondok menggembung dan berwarna hijau. Diameter tanaman ini berkisar antara 5-15 cm.

Enceng gondok dikenal sebagai gulma karena tumbuih sangat cepat dan sering memenuhi permukaan air. Selain itu, tanaman ini juga mengganggu ketersediaan oksigen di dalam air. Oleh sebab itu, jika kita menggunakan tanaman ini di kolam, rajin-rajinlah mengangkat tanaman ini jika sudah terlalu memenuhi kolam.

2. Teratai 
Teratai atau Nyamphaea merupakan tanaman air yang paling dikenal dan paling sering digunakan. Bunganya cantik berwarna-warni dengan daun yang mengambang di permukaan air. Ukuran teratai berkisar antara 45 - 90 cm. Teratai memiliki berbagai varietas yang dibedakan dari bunganya.

3. Tifa 
Tifa atau Typha latifolia merupakan tanaman air liar. Batangnya memanjang, dengan bunga yang menyerupai cerutu.

4. Seroja 
Di Indonesia, tanaman ini seringkali disebut sebagai teratai. Seroja atau Nelumbo nucifera Gaertn cocok untuk kolam yang dalam, karena tinggi tanaman ini bisa mencapai 1,5 m. Diameter daun seroja mencapai lebih dari 50 cm. Bunga seroja hanya mekar pada bulan Juli dan Agustus.
 
5. Lotus 
Lotus atau Nyamphaea lotus dikenal juga dengan sebutan water lily. Tanaman ini mirip dengan teratai, namun ukurannya lebih besar. Daunnya bulat lebar berlapis lilin, berukuran antara 6-10 cm. Lotus menebarkan aroma yang wangi. Lotus memiliki bunga dengan aneka macam warna, dari mulai putih, kuning, ungu, hingga merah jambu. Lotus termasuk ke dalam deep water aquatics plants, karena akarnya tertanam di dalam lumpur kolam.
 
6. Papyrus payung
Papyrus (Cyperus alternifolius) memiliki batang berbentuk segitiga dengan ketinggian mencapai 1 meter lebih, ujungnya ditumbuhi bunga yang menyerupai daun. Tanaman ini tumbuh secara berkelompok.
Semoga memberi inspirasi bagi taman Anda.

7. Pisang Air 
Sesuai namanya tanaman ini mirip dengan pohon pisang, namun memiliki daun talas. Pisang air atau Typhonodorum lindyeyanum dapat tumbuh hingga setinggi 4 m, dengan daun yang bergelombang dan berbentuk oval yang dapat mencapai 1,5 m.

8. Apu-apu 
Apu-apu (Pistia stratiotes, Pistia crispate) merupakan tanaman berdaun hijau dengan permukaan yang ditumbuhi bulu-bulu halus bertekstrur menyerupai beludru, sementara akarnya berwarna putih. Tanaman ini tersusun melingkar dan bertumpuk-tumpuk. Apu-apu tidak membutuhkan perawatan khusus.

9. Bambu air 
Bambu air atau Equisetum hyemale merupakan tanaman air yang mirip dengan bambu pada umumnya. Tumbuhan ini berukuran kecil, tingginya hanya sekitar 25 - 100 cm dengan diameter batang yang tidak lebih dari 3 cm.

10. Kala lili 
Kala lili atau Zantedeschia aethiopica merupakan tanaman yang seolah terbuat dari lilin. Bentuknya berupa corong berwarna putih dengan putik berwarna kuning cerah. Bunga ini memiliki aroma yang lembut. Kala lili akan tumbuh lebih tinggi jika kurang mendapat cahaya matahari.

Demikian Artikel tentang Tanaman-Tanaman Air Pembersih Kolam, semoga dapat memberi inspirasi untuk taman anda. Terima Kasih

sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/08/10-tanaman-air-pembersih-kolam

Berbagai Manfaat Hutan Mangrove


Berbagai Manfaat Hutan Mangrove, Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Indonesia sebagai Duta Mangrove membuat beberapa orang mulai memikirkan betapa pentingnya pohon Mangrove untuk kehidupan ekosistem. Hutan mangrove tergolong salah satu sumber daya alam yang dapat diperbarui dan terdapat hampir di seluruh perairan Indonesia yang berpantai landai. Sebagai salah satu ekosistem yang unik. hutan mangrove merupakan sumber daya alam yang potensial, karena mempunyai fungsi bagi lingkungan hidup. Meskipun demikian, hutan mangrove merupakan ekosistem yang sangat mudah rusak jika terjadi perubahan pada salah satu unsur pembentuknya, sehingga dikenal sebagai fragile ecosystem. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.


Secara garis besar, penjelasan bahwa mangrove mempunyai beberapa keterkaitan dalam pemenuhan kebutuhan manusia sebagai penyedia bahan pangan, papan, dan kesehatan serta lingkungan dibedakan menjadi lima, yaitu fungsi fisik, fungsi kimia, fungsi biologi, fungsi ekonomi, dan fungsi lain (wanawisata).

Fungsi fisik kawasan mangrove adalah sebagai berikut.
1. Menjaga garis pantai agar tetap stabil.
2. Melindungi pantai dan tebing sungai dari proses erosi atau abrasi, serta menahan atau menyerap tiupan angin kencang dari taut ke darat.
3. Menahan sedimen secara periodik sampai terbentuk lahan baru.
4. Sebagai kawasan penyangga proses intrusi atau rembesan air laut ke darat, atau sebagai filter air asin menjadi tawar.

Fungsi kimia kawasan mangrove adalah sebagai berikut.
1.   Sebagai tempat terjadinya proses daur ulang yang menghasilkan oksigen.
2.   Sebagai penyerap karbondioksida.
3. Sebagai pengolah bahan-bahan limbah hasil pencemaran industri dan kapal-kapal di lautan.

Fungsi biologi kawasan mangrove adalah sebagai berikut.
1. Sebagai penghasil bahan pelapukan yang merupakan sumber makanan penting bagi invertebrata kecil pemakan bahan pelapukan (detritus), yang kemudian berperan sebagai sumber makanan bagi hewan yang lebih besar.
2. Sebagai kawasan pemijah atau asuhan (nurse?), ground) bagi udang, ikan, kepiting, kerang, dan sebagainya, yang setelah dewasa akan kembali ke lepas pantai.
3. Sebagai kawasan untuk berlindung, bersarang, serta berkembang biak bagi burung dan satwa lain.
4. Sebagai sumber plasma nutfah dan sumber genetika.
5. Sebagai habitat alami bagi berbagai jenis biota darat dan laut lainnya.

Secara ekonomi.
Kawasan mangrove merupakan sumber devisa (pendapatan), baik bagi masyarakat, industri, maupun bagi negara. Adapun fungsi ekonomi kawasan mangrove sebagai sumber devisa adalah sebagai berikut.
1. Penghasil kayu, misalnya kayu bakar. arang, serta kayu untuk bahan bangunan dan perabot rumah tangga.
2. Penghasil bahan baku industri, misalnya pulp, kertas, tekstil, makanan, obat-obatan, alkohol, penyamak kulit, kosmetika, dan zat pewarna.
3. Penghasil bibit ikan, udang, kerang, kenning, telur burung, dan madu.

Fungsi lain (wanawisata) kawasan mangrove antara lain adalah sebagai berikut.
 1. Sebagai kawasan wisata alam pantai dengan keindahan vegetasi dan satwa, serta berperahu di sekitar mangrove.
2. Sebagai tempat pendidikan, konservasi, dan penelitian.


Begitu pentingnya hutan mangrove menuntut Pemerintah lebih serius dalam program pelestariannya. masyarakatpun harus ikut berpartisipasi dalam perlindungan, pengelolaan, dan pengembangan hutan mangrove.

Suaka Terakhir Burung Air Ibu Kota


Di balik keramaian DKI Jakarta, tersembunyi surga kecil, rumah bagi aneka jenis burung. Rumah ini berupa Suaka Margasatwa Pulau Rambut, di perairan Kepulauan Seribu, setengah jam pelayaran dari Tanjung Pasir, pantai utara Jakarta. Perahu-perahu yang berjejer di sepanjang pantai Tanjung Pasir, siap mengantarkan pengunjung menuju Pulau Rambut.

Sebelum kapal merapat di dermaga Pulau Rambut, burung pecuk (Anhinga sp) dan cikalang (Fregata sp) berbaris rapi menjadi suguhan di sepanjang alur pelayaran. Kicauan burung meramaikan suasana khas pantai di sekujur pulau. Kotoran burung dan muntahan makanan burung tercecer di lantai hutan. Aroma khas kotoran burung menyebar di segala penjuru. Burung-burung air hilir mudik.
Di pulau yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta ini terdapat menara pandang untuk mengamati berbagai jenis burung. Tajuk pohon menutupi pulau, yang tersusun dari tiga formasi vegetasi: hutan pantai, hutan mangrove, dan hutan sekunder campuran. Seluruhnya masih terjaga keasliannya.
Dari menara pengamatan, burung-burung air nampak dari sini. Pecuk padi berkerumun pada tajuk pohon; sepasang cangak abu menunggui sarangnya. Di sudut lain, beraneka ukuran sarang menghiasi pepohonan. Kowak malam (Nyctycorax sp) terbang hilir mudik.

Sepanjang berjalan mengikuti setapak, bisa dijumpai tumbuhan yang membelit begitu kokoh pohon inangnya. Bagian bawahnya menjadi sarang biawak, bagian atas menjadi sarang dan tempat bertengger berbagai jenis burung.
Biawak menjadi pemangsa berbagai jenis burung Pulau Rambut. Biawak dapat menggali, berlari, bahkan memanjat berburu makanannya. Hewan yang terkenal rakus ini sangat mudah dijumpai di Pulau Rambut.
Di lantai hutan dijumpai beberapa jenis tumbuhan yang ada di lingkungan rumah, seperti pepaya, pohon dan cabe jawa. Pohon-pohon ini disebarkan burung-burung pemakan biji yang mencari makan di pulau-pulau sekitar, seperti Pulau Untung Jawa.
Lantaran riuh dengan burung air, memasuki pulau ini mesti tanpa suara. “Tenang dan gunakan tutup kepala,” ujar Mujiastuti, pengelola Pulau Rambut. Tak berisik agar para penghuni pulau tidak terganggu, tetap dapat beraktivitas apa adanya. Bahkan ada beberapa jenis burung yang memuntahkan makanannya ketika merasa terganggu.


Namun, di balik keindahannya, ada ganjalan yang mengganggu di pulau yang memiliki ikon burung bluwok (Mycterea cinerea) ini. Sampah-sampah berserakan di pantai, yang nampaknya kiriman dari pusat peradaban yang terbawa ombak. Limbah peradaban itu mulai dari plastik, kayu, hingga busa.

Timbunan sampah ini tentu saja membahayakan kelestarian habitat flora dan fauna Pulau Rambut. Sebagai Ramsar Site pertama dan satu-satunya di Laut Jawa, yang penting bagi pelestarian burung air dan habitatnya, pulau ini mesti diselamatkan dari serbuan sampah.
 
(Vera Tisnawati, staf Balai Taman Nasional Alas Purwo)

Waspada Penggunaan Kantong Plastik


Penggunaan kantong plastik hampir tidak dapat dihindari dikehidupan sehari-hari manusia.  Bermacam jenis kantong plastik  telah digunakan membawa barang belanjaan dan dipakai untuk berbagai jenis kemasan, termasuk kemasan makanan dan minuman.  Plastik telah membuat semuanya menjadi lebih praktis dan sulit tergantikan. Namun tahukah anda bahwa banyak bahaya mengintai dari penggunaan plastik dan limbah plastik?



Berikut ini Bahaya Kantong Plastik: 

1. Plastik sangat sulit hancur secara alami dan juga sulit didaur ulang. Setiap sampah plastik yang dibuang, baru akan hancur secara alami dalam waktu 200-400 tahun!

2. Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi. Sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia. Di Inggris saja, diperlukan 2 milyar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah, mencemari lingkungan. 

3. Sampah plastik sangat berbahaya buat beberapa jenis hewan. Di Australia tercatat lebih dari 100.000 hewan yang terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut dan kura-kura, mati per tahunnya gara-gara menelan atau terbelit sampah plastik. Parahnya lagi, setelah badan hewan yang mati telah terurai, sampah plastiknya akan terbebas lagi ke alam. 

4. Membakar sampah plastik menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang kita hirup. Polusi udara seperti ini punya dampak serius karena melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kanker. 

5. Plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, si plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh. 

6. Kantong plastik kresek yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun. 

7. Sampah plastik dari sektor pertanian dunia setiap tahunnya mencapai 100 juta ton. Kalau sampah plastik ini dibentangkan, panjangnya bisa membungkus bumi sampai sepuluh kali!

------------------------------------------------------------------------------------

Kalau begitu apa yang harus dilakukan? Mari kita mencontoh negara lain yang telah mengalami kesulitan dengan sampah dari kantong plastik.

 

1. Di Bangladesh, kantong plastik DILARANG karena pembuangan kantong plastik yang semena-mena terhadap lingkungan telah membuat buntu selokan, sampai banjir. Di Perancis, pelarangan terhadap kantong plastik dilakukan mulai tahun 2010. Taiwan, Zanzibar, dan beberapa daerah di Alaska juga melarang penggunaan kantong plastik.


  

2. Di Irlandia, setiap kantong plastik akan  DIDENDA 15 sen, sehingga menurunkan penggunaan kantong plastik.

3. Pemerintah Afrika Selatanmewajibkan  produksi kantong plastik yang lebih TEBAL (minimal 30 mikron) dan lebih tahan lama, yang mudah di-recycle, serta tentu lebih mahal, sehingga penggunaan kantong plastik menjadi menurun. Karena kantong plastiknya tahan lama dan tidak cepat rusak, makan kantong-kantong ini bisa digunakan berulang kali. Kalaupun dibuang, bisa di-recycle.

4. Pemerintah Australia mengkampanyekan “SAY NO TO PLASTIC BAGS”, yang mendorong pembeli dan penjual untuk menggunakan kantong alternatif dan meningkatkan recycle kantong plastik.

5. Rantai supermarket, seperti Carrefour, memberikan DISKON apabila membawa kantong plastik sendiri, atau apabila pembeli meminta kantong plastik, mereka harus membeli.

6. Pemerintah Taiwan mewajibkan restoran dan supermarket untuk MENAGIH BIAYA TAMBAHAN   apabila pembeli membeli kantong plastik dan barang dari plastik. Penggunaan barang dari plastik menurun dengan cepat.

7. Pemerintah kota Sydney mengadakan KAMPANYEselama 2 bulan untuk mendorong masyarakat menukarkan 20 kantong plastik dengan 1 tas dari calico, dengan harapan mereka akan menolak apabila suatu hari diberi kantong plastik, dan menggunakan tas calico atau tas lainnya yang bisa di-recycle.

8. Produksi kantong plastik yang BIODEGRADABLE, sehingga bisa di-recycle, menurunkan jumlah bahan alam non-renewable yang diperlukan untuk memproduksi kantong plastik.  Adapun kriteria biodegradable adalah: 1) kantong plastik harus habis tanpa meninggalkan jejak, 2) penghancurannya harus terjadi dalam 3-6 bulan, dan 3) tidak boleh menyisakan residu yang toksik. Di Austria dan Swedia, McD sudah menggunakan kantong plastik yang biodegradable.

------------------------------------------------------------------------------------
Usaha diatas tentunya memerlukan campur tangan pemerintah karena harus dilakukan dalam skala yang besar dan memerlukan biaya yang besar pula.  Namun kita tidak harus menunggu pemerintah bertindak, tetapi  kita bisa melakukan hal berikut: 
  
-Pada saat belanja tidak meminta kantong plastik  yang banyak.  Membawa kantong  sendiri atau  membawa backpack kalau mau belanja.
-Simpan kantong plastik yang masih bisa dipakai, untuk dipakai ulang kalau diperlukan. Kurangi membuang kantong plastik ke lingkungan.
-Apabila menggunakan kantong plastik sebagai kantong sampah, tunggu sampai penuh baru menyerahkannya pada tukang sampah.
-Ajak orang lain untuk melakukan hal serupa.

 Semoga dunia kita akan menjadi dunia yang lebih bersih, sehat, dan berumur panjang.Waspada Penggunaan kantong plastik

Sumber Referensi
 

Hotel yang Terbuat dari Sampah

Bagaimana rasanya jika kamu mendapat sebuah Door Price dan hadiahnya kamu di suruh menginap di dalam sebuah bangunan yang tersusun dari tumpukan sampah-sampah?. Hemm, pasti mungkin akan memberikan pengalaman tersendiri dan mengasyikkan untuk kamu. Atau malah merasa jijik  :D

Hotel terbuat dari bahan sampah??
Seperti dikutip dari Spotcoolstuff, di kota Roma, Italia terdapat sebuah hotel yang bernama Corona Save The Beach Hotel. Hotel ini dibangun dari sampah-sampah yang diambil dari Pantai.Hotel yang terbuat dari sampah itu dibangun seluruhnya dari limbah tempat pembuangan sampah dan dari pantai di Eropa. Proyek Save the Beach ini diselenggarakan oleh merek bir Corona Meksiko.

Bangunan ini dirancang oleh arsitek Jerman Hans-Jurgen Schult. Dia menggunakan kaleng Coca-Cola, gelas plastik, bungkus rokok dan sampah lainnya. Total pembangunan hotel mengambil 12 ton limbah, yang selama berbulan-bulan itu dikumpulkan di pantai-pantai Eropa. Terdapat 5 kamar di hotel, dekorasinya juga terdiri dari sampah atau barang yang ditemukan di jalan.

Menurut penulis proyek, Sampah Beach Hotel adalah model dunia di mana orang-orang datang hanya untuk sementara waktu, dan tidak peduli tentang apa yang akan datang setelah mereka. Corona Save The Beach Hotel sebenarnya dibangun bukanlah tanpa alasan, melainkan sebagai simbol untuk meningkatkan kesadaran mengenai kondisi pantai-pantai di Eropa yang penuh sampah. Sampah ini dipastikan sudah bebas kuman dan tidak berbau busuk, seperti sampah pada umumnya.

Hotel unik ini menarik perhatian banyak orang, bahkan supermodel terkenal, Helena Christensen juga pernah menginap di hotel ini.

 Berikut ini Penampakan Hotelnya:












kalau orang luar bisa membuat hotel dari sampah, kenapa kita tidak  buat kreasi lain dari sampah hitung-hitung dalam rangka go green. Kita bisa memanfaatkan sampah juga seperti mereka. Silahkan berkreasi :)

Tips Kebersihan Lingkungan Rumah


Banyak cara agar keadaan lingkungan sekitar kita kelihatan bersih, rapi dan asri. Lingkungan yang bersih akan mempengaruhi kondisi psikososial penghuni rumah tersebut. Lingkungan yang bersih juga akan mengurangi dampak masalah kesehatan yang terjadi di sekitar kita tanpa disadari. Oleh karena itu, mewujudkan lingkungan sehat dan bersih merupakan dambaan kita bersama. Kebersihan lingkungan sebaiknya dimulai dari yang terkecil dan mendasar yaitu kebersihan diri dan lingkungan rumah. Selain untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat juga untuk mendidik anak cucu kita membiasakan diri untuk menjalani hidup sehat di rumah.

Berikut ini tips-tips yang mungkin bisa diterapkan agar kondisi lingkungan rumah kita tetap bersih, rapi, asri dan sehat :
 

  1. Bersihkan rumah dari kotoran dan debu mulai dari lantai, langit-langit, kaca-kaca dan dinding rumah. 
  2. Cat ulang dinding rumah jika sudah termakan usia atau sudah pudar warnanya.
  3. Usahakan menanam tanaman bunga didalam pot untuk memperindah taman rumah. 
  4. Sapu halaman rumah secara rutin. 
  5. Pangkas ranting-ranting pohon jika sudah rimbun dan menghalangi pandangan jalan.
  6. Bersihkan selokan atau saluran air dari sampah yang menghambat agar tidak tersumbat.
  7. Jika musim kemarau, siram halaman rumah kita baik pagi maupun sore agar tidak berdebu.
  8. Cuci dan bersihkan peralatan atau perabotan rumah tangga yang kotor dan berdebu.
  9. Singkirkan atau kubur barang -barang bekas yang tidak terpakai.
  10. Menutup tempat-tempat penyimpanan air.
  11. Menguras bak mandi secara teratur.
  12. Ikut sertakan anak cucu kita dalam bersih-bersih rumah agar terbiasa hidup sehat.

Demikian Tips Kebersihan Lingkungan  Rumah . Semoga bisa bermanfaat dan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari dirumah.Oleh karena itu, biasakan bergaya hidup sehat karena hidup sehat adalah gaya hidup. GO GREEN

Apakah Go Green Hanya Sekedar Slogan Semata?


Slogan Go Green yang dikampanyekan oleh para penguasa terkesan hanyalah seremonial belaka untuk mengikuti trend yang lagi populer saat ini. Sedangkan disisi lain pemerintah melegalkan berbagai pertambangan dan industri lainya yang nota bene banyak menghasilkan Limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) serta sangat berbahaya bagi kehidupan disekitanya. Libah B3  yang banyak dibuang pertambangan seperti mercuri, magan, zeng dll jelas sangat merusak hutan dan ekosistem yang ada bahkan akan lebih berbahaya lagi bagi kehidupan manusia.

Akibat dari Pembuangan limbah secara sporadis dalam jangka panjang sudah dipastikan dapat merusak jaringan sel saraf manusia seperti timbulnya penyakit kangker , penyakit kulit, ISPA dll. Belum lagi banyak industri dalam skala besar yang membuang limbah langsung kesungai atau laut sehingga perusakan akan ekosistem semangkin parah. Contohnya saja ketika kegagalan eksploitasi yang dilakukan PT.Lapindo Brantas diporong Sidoharjo yang mengakibatkan Puluhan Ribu Kepala Keluarga Kehilangan Tempat tinggal serta Ratusan Ribu Orang Yang kehiliangan pekerjaan menjadi bukti bahaya pertambangan itu. Maka dari itu pemerintah harus benar – benar konsisten dalam melaksanakan slogan Go Green  bukan hanya sebatas serimonial belaka. Sikap tegas dari pemerintahlah yang diperlukan dan berani mengambil kebijakan dengan mencabut ijin mereka.


Peran Masyarakat juga diperlukan sebagai kontrol agar kerusakan lingkungan dapat diminimalisir, sehingga alam yang indah ini tidak rusak akibat ulah orang-orang yang hanya mencari keuntungan pribadinya saja. Masyarakat jangan takut ataupun gentar untuk melakukan pemboikotan pada setiap pertambangan atau industri yang berpotensi merusak alam ini. Coba anda pikirkan alam tempat tinggal kita rusak maka yang paling beresiko terkena dampak kerusakan itu adalah kita sendiri sedangkan para pemodal hanya mengambil keuntungannya saja serta menikmati keuntungannya jauh dari tempat terjadinya kerusakan itu.


Kalau pemerintah selama ini mandul untuk menjaga kelestarian alam , tugasnya sekarang beralih kepada kita jadi mulailah mencintai lingkungan sekitar dan memprogam diri  agar melakukan penghijauan agar dampak dari kerusakan lingkungan bisa diminimalisir. Sehingga kita bisa memberikan udara yang sehat bagi lingkungan sekitar kita.
jangan tunggu saudara-saudara kita menjadi korban selanjutkan karena banjir dan bencana alam lainnya yang notabene penyebabnya akibat ulah manusia juga.Salam GO GREEN

Nicho Silalahi

5 Upaya Melestarikan Hutan

Hutan adalah paru – paru dunia yang dapat menyerap karbondioksida dan menyediakan oksigen bagi kehidupan dimuka bumi ini. Melihat kondisi hutan indonesia  sekarang masuk pada fase sangat menghawatirkan, Maka dari itu hutan harus terjaga keberadaannya. hari ini saya menyempatkan diri untuk memposting  5 Upaya Melestarikan Hutan yang saya dapat dari buku pelajaran semasa SMA.
Berikut ini beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk melestarikan hutan, yaitu sebagai berikut.
1)     Melakukan Reboisasi.
Reboisasi adalah salah satu alternatif untuk melestarikan hutan. Kita dapat menanam kembali hutan – hutan yang sudah rusak, sehingga hutan akan tetap terjaga keberadaannya.
2)     Menerapkan Sistem Tebang Pilih.
Pemerintah harus menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon. Hal ini dapat mengurangi penebangan hutan secara liar dan dalam jumlah besar – besaran. Selain itu system ini juga berguna untuk masyarakat agar tidak sembarang dalam melakukan penebangan hutan.
3)     Menerapkan Sistem Tebang – Tanam.
System ini sangat berguna bagi pelestarian hutan. Sistem penebangan hutan yang kemudian diganti dengan menanam hutan yang telah ditebang agar hutan tetap terjaga keberadaannya.
4)    Melakuakan Penebangan secara Konservatif.
     Penebangan secara konservatif adalah penebangan dengan cara menebang pohon yang sudah tidak berproduktif lagi. Jangan sampai pohon yang masih muda dan produktif di tebang.
5)  Menerapkan Larangan Penebangan Hutan Secara Sewenang – wenang dan Memberikan Sanksi yang Berat Bagi Pelakunya.
Selain masyarakat yang harus menjaga kelestarian hutan, pemerintah juga harus ikut terlibat dalam pelestarian hutan. Pemerintah harus ikut turun tangan dalam pelestarian hutan ini. Sebaiknya, pemerintah juga memberikan sanksi yang berat bagi para pelakunya, yang bisa membuat mereka jera dan tidak melakukan kesalahan mereka lagi.

Masyarakat juga harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian hutan kita. Kalau boleh mencegah terjadinya penebangan liar, ya harus kita lakukan. Kita harus ingat benar, bahwa hutan yang kita miliki adalah warisan dari leluhur kita, dan itu harus kita wariskan buat anak cucu kita kelak. Apa jadinya hidup mereka bila hutan yang kita miliki saat ini sudah punah di generasi mereka?

Memang ada banyak faktor pendorong yang mempercepat kerusakan hutan di Indonesia. Misalnya saja pengusahaan hutan yang dilakukan secara tidak berkelanjutan (unsustainable). Kemudian juga tidak adanya kesadaran untuk menanam kembali hutan yang sudah diusahakan/dikelola. Belum lagi adanya inefisiensi yang sering kali terjadi mulai dari penebangan sampai kepada pemakaiannya. Sementara ini, kenyataan di lapangan juga berbicara secara jelas bahwa jumlah jenis pohon kayu yang disukai pasaran hanya sebagian dari jumlah jenis kayu komersial yang telah diketahui. Ini tentu saja mempercepat habisnya jenis kayu tersebut. Ada efek penggandaan (multiplier effect) yang terjadi akibat hutan yang sebelumnya tidak pernah dijamah kini telah menjelma menjadi daerah yang mudah ditembus. Hutan menjadi rentan dirusak dan ‘dikotori’.

Kita  sudah harus betul-betul memunculkan niat dan upaya serius untuk menghindari semakin meluasnya kerusakan hutan di Indonesia. Kita sudah sepatutnya segera melakukan upaya pelestarian hutan, diantaranya dengan meningkatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Apalagi masyarakat yang memang tinggal di sekitar hutan. Melakukan hal ini dengan sendirinya akan memberikan dampak sangat positif bagi masyarakat itu sendiri, juga untuk lingkungan yang kita tinggali. Di satu pihak mereka dapat membangun kehidupan yang lebih baik, tetapi di pihak lain juga mereka dapat melestarikan dan menggunakan sumber daya alam (sumber daya kehutanan) secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

Kini sebagai masyarakat harus semakin hari semakin menunjukkan peran kita sebagai garda terdepan penyelamatan dan perlindungan hutan Indonesia. Kita masih akan menikmati hasil-hasil alam dari hutan yang bangsa ini miliki, tapi kita juga masih akan terus berjuang untuk melestarikan hutan yang kita miliki, sebab kalau bukan kita lalu siapa lagi? GO GREEN

Kerusakan Alam Terparah di Indonesia

Semakin hari semakin banyak kerusakan alam yang terjadi di negeri kita tercinta ini. Mulai dari rusaknya sebagian ekosistem laut, rusaknya sebagian besar hutan yang menyebabkan banjir, tanah longsor, dll. Kerusakan itu sebagian besar disebabkan karena ulah manusia sendiri. Kerusakan terbesar yang terjadi di Indonesia menurut survei adalah :


     Penambangan Emas Oleh Newmont di Nusa Tenggara Barat

1310647761584291404


Kerusakan Akibat Penambangan Oleh PT. Newmont Di Nusa Tenggara
Setelah dimulainya penambangan Emas oleh PT. Newmont selama kurang lebih 20 tahun menyebabkan begitu banyak kerusakan alam yang dapat dilihat langsung dan juga menyebabkan kerusakan di laut dikarenakan pembuangan limbah ke laut dan lingkungan sekitar dimana limbah-limbah tersebut masih mengandung merkuri dan arsenik.


     Penambangan Oleh PT. Freeport di Papua

1310647872922564156
Aktivitas pertambangan PT Freeport di Papua yang dimulai sejak tahun 1967 hingga saat ini telah berlangsung selama 42 tahun. Selama ini, kegiatan bisnis dan ekonomi Freeport di Papua, telah mencetak keuntungan finansial yang sangat besar bagi perusahaan asing tersebut, namun belum memberikan manfaat optimal bagi negara, Papua, dan masyarakat lokal di sekitar wilayah pertambangan

Freeport telah membuang tailing dengan kategori limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya) melalui Sungai Ajkwa. Limbah ini telah mencapai pesisir laut Arafura. Tailing yang dibuang Freeport ke Sungai Ajkwa melampaui baku mutu total suspend solid (TSS) yang diperbolehkan menurut hukum Indonesia. Limbah tailing Freeport juga telah mencemari perairan di muara sungai Ajkwa dan mengontaminasi sejumlah besar jenis mahluk hidup serta mengancam perairan dengan air asam tambang berjumlah besar.Dari hasil audit lingkungan yang dilakukan oleh Parametrix, terungkap bahwa bahwa tailing yang dibuang Freeport merupakan bahan yang mampu menghasilkan cairan asam berbahaya bagi kehidupan aquatik. Bahkan sejumlah spesies aquatik sensitif di sungai Ajkwa telah punah akibat tailing Freeport.
     

     Kerusakan Terumbu Karang di Perairan Indonesia

1310648060461424097
TERUMBU karang di perairan Indonesia kerap disebut-sebut dalam kondisi rusak parah. Bila mengacu pada penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P3O-LIPI), terumbu karang yang hancur lebur mencapai hampir 50 persen, sedangkan yang masih sangat baik tinggal 6,2 persen. Kerusakan itu terutama disebabkan praktik pengeboman ikan dan pengambilan karang untuk bahan bangunan dan reklamasi pantai.

Kondisi rusaknya terumbu karang itu akan terasa makin memprihatinkan bila mendengar keterangan dari pakar terumbu karang, yang mengatakan bahwa pemulihan terumbu karang memakan waktu cukup lama, berpuluh hingga beratus tahun. Itu pun bila kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung.
Padahal, fungsi terumbu karang amat besar bagi kelangsungan hidup ikan dan beragam biota laut lainnya, mulai dari tempat mencari makan hingga berkembang biak. Oleh karena itu, rusaknya terumbu karang berarti juga menurunnya populasi ikan. Itu berarti pula berkurangnya pasokan ikan sebagai bahan pangan manusia. Manfaat lain dari terumbu karang adalah sebagai pelindung pantai dari abrasi
 ---------------------------------------------------------------------------------------------

Kerusakan yang terjadi disekitar kita tidak lain karena ulah tangan manusia, tidak ada kata terlambat dalam segala hal jangan tunggu sampai alam kita semakin hancur. Selama ada kesadaran dan kemauan dari kita, saya yakin kerusakan yang sudah terjadi perlahan-lahan bisa kita perbaiki.mari kita jaga dan lestarikan alam kita demi kelangsungan hidup kita dan untuk warisan anak cucu kita nantinya.

Dari berbagai sumber

Masalah Sampah dan Cara Mengatasinya



Masalah Sampah dan Cara Mengatasinya

Sampah adalah sebuah masalah besar 

Kita selalu merasa tidak memiliki masalah dengan sampah setelah membayar iuran sampah, telah membuang sampah pada tempatnya, tong sampah di depan rumah kita kosong, seakan-akan kewajiban kita telah tuntas, lalu menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya pada Pemerintah.

Bagi yang memiliki rumah dekat dengan TPS atau Tempat Pembuangan Sementara akan merasakan sampah adalah sebuah masalah, terutama ketika sampah sedang dibongkar atau telat diangkut. Bau tak sedap, asap hasil pembakaran sampah, lalat yang berterbangan, menjadi bagian dari keseharian. Misalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang di Bekasi dan Leuwigajah di Kota Bandung yang mengalami longsor. Permasalahan sampah menumpuk dimana-mana berawal di TPS dan sekitarnya, hingga berlanjut ke tepian jalan dan banyak permasalahan lainnya.

Kejadian tersebut menyebabkan Indonesia menjadi berita internasional, karena sangat jarang bencana akibat sampah, ditambah lagi memakan korban jiwa.

Kondisi sampah di Jakarta
  • Volume sampah di DKI Jakarta sebesar 25.650 meter kubik per hari
  •  Komposisi sampah warga DKI Jakarta paling banyak adalah sampah Organik, yaitu sebesar 65%-70% dari total sampah
  •  Sumber timbulan sampah berasal dari sektor Rumah Tangga, yaitu sebesar 58%, lalu sektor komersil yaitu 15%.
 Banyak cara yang kadang dianggap orang menyelamatkan lingkungan dari timbulan sampah yang besar, seperti


 1. Membakar dianggap dapat memusnahkan
Padahal gas buangan dari pembakaran sampah seperti dioksin dapat menyebabkan kanker

2. Menggunakan incenerator
Munculnya gas berbahaya apabila suhu di incenerator yang <800oC dan juga karakteristik sampah di Indonesia yang tidak sesuai


Langkah bijak menyelesaikan sampah adalah Zero Waste 

Setelah berhasil mengelola dan memanfaatkan 70% sampah di rumah, selanjutnya adalah mengurangi 30% sampah yang tersisa melalui usaha ‘Zero Waste’ atau nol sampah.

Untuk menuju kondisi Zero Waste, pada dasarnya kita menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Jika kita masih menghasilkan sampah yang akan dibuang ke TPA, berarti kita belum berhasil menerapkan Zero Waste dengan benar. 

1. Reduce
Upaya pertama menuju dunia tanpa sampah adalah mengurangi sampah yang “akan” kita hasilkan. Sebagai konsumen, perlu untuk mulai mencegah (atau menimalisasi) keberadaan sampah yang akan diakibatkan dari hasil belanja. Ketika akan membeli sesuatu sudah dipikirkan, “apakah nantinya barang yang akan kita beli akan menghasilkan sampah?”. 

2. Reuse
Upaya prioritas berikutnya adalah bahan/barang yang sudah kita miliki jangan cepat-cepat dijadikan sampah. Cobalah gunakan ulang berbagai macam barang atau kemasan selama mungkin 

3. Recycle
Merupakan upaya untuk mendaur ulang sampah menjadi barang yang lebih bernilai misalnya botol plastik menjadi pot bunga, kertas koran menjadi kertas daur ulang dan lainnya.

Jadi  Kesimpulannya

Apa yang kita lakukan dalam merubah kebiasaan untuk mengelola sampah kita sendiri telah menyelamatkan diri sendiri tanpa menyusahkan orang lain. Kita telah membangun lingkungan sehat sehingga terhindar dari penyakit dan racun-racun yang terkandung dalam sampah. Pada awalnya, merubah kebiasaan memang sulit, namun setelah menjadi ‘kebiasaan’ baru (atau kebutuhan baru) akan menjadi mudah.

Upaya yang kita lakukan tidak cukup berarti dalam mengurangi beban TPA, tetapi apa yang kita lakukan akan menjadi contoh keberhasilan memanfaatkan dan mengurangi sampah, sehingga orang atau rumah tangga lain bisa meniru upaya yang kita lakukan. Perubahan besar tidak akan terjadi kalau tidak ada yang memulainya dengan perubahan kecil. Perubahan Kecil dimulai dengan langkah-langkah kecil yang terjadi setelah Kita Melangkah!!! 


MARI MELANGKAH………..

 (Noni Sidabutar) 

Kepulauan Anambas (Indonesia) Jadi Pulau Tropis Paling Indah Se-Asia

Photo Anambas Tampak Dari atas
Kabar baik untuk Indonesia! Kepulauan Anambas dapat peringkat pertama sebagai pulau tropis terindah di Asia versi CNN.com. Kedudukan Anambas berhasil menyalip empat pulau tropis lainnya di Asia.

Mengutip dari CNN.com, Selasa (17/04/2012), Kepulauan Anambas sebagai peringkat pertama pulau tropis terindah di Asia, mengalahkan keempat kompetitornya di Asia.

Penghargaan ini pun menjadi kabar baik untuk pariwisata Indonesia. Pemilihan terhadap pulau tropis terindah di Asia ini tidak dilakukan secara spontan. Tidak tangung-tanggung, CNN.com meminta langsung Herman Ho yang juga sebagai managing editor Boath Asia 2012 dan Stuart McDonald, sebagai pendiri dan editor travelfish.org.

Sulit memang memilih bagian ini karena pulau-pulau tropis yang menyimpan berjuta pesonanya berada di Asia Tenggara. Hamparan samudra biru nan luas, lokasi penyelaman laut yang tersembunyi, serta kehidupan laut dengan biota-biota laut dan terumbu karang yang masih alami menjadi ciri khas pulau tropis di Asia Tenggara.

Akhirnya, mereka pun mengeluarkan 5 nama yang menjadi kandidat pulau tropis paling indah, yaitu Koh Cang dari Thailand, Langkawi dari Malaysia, Teluk Halong di Vietnam, Similand Islands yang berada di Thailand, dan Kepulauan Anambas dari Indonesia. Nyatanya, kelima pulau ini berasal dari Asia Tenggara.
Nah, dari kelima pulau inilah Kepulauam Anambas menduduki peringkat pertama. Untuk peringkat selanjutnya, Anambas diikuti oleh Koh Chang (Thailand), Langkawi (Malaysia), Teluk Halong (Vietnam), dan Similan Islands (Thailand). Kelimanya memang memiliki keunikan dan keindahan masing-masing. Akan tetapi, kepulauan yang berada di Pulau Batam, Provinsi Kep. Riau ini memiliki nilai lebih dari semua keindahannya yang belum terkontaminasi oleh tangan manusia.

Seperti yang dikatakan oleh Herman Ho, bahwa kumpulan pulau yang berada di timur Laut Indonesia ini merupakan tepat wajib untuk penggemar snorkeling dan diving. Salah satunya Pulau Bawah yang tidak berpenghuni menawarkan laguna yang alami dengan biru laut yang jernih dan keindahan karang-karangnya. Bila terus masuk ke dalam pulau yang menjadi salah satu rantai Anambas ini Anda akan menemukan tempat yang seru untuk berpiknik dan menyatu dengan alam.

Ya, Kepulauan Anambas memang pantas menduduki peringkat pertama. Memiliki wilayah sekitar 98,73 persen, Anambas juga memiliki 238 pulau dengan pantai-pantainya yang sangat cantik. Pasir putih seperti kristal dan beberapa pulaunya yang terkenal sebagai habitat penyu, menambah daya tarik wisatawan untuk datang ke pulau ini.


  • Kepulauan Anambas adalah sebuah kepulauan kecil di Indonesia, terletak di Laut Cina Selatan antara Malaysia timur dan barat dan Kalimantan. Kumpulan pulau ini merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, dan kadang dimasukkan dalam Kepulauan Natuna yang lebih besar, terletak beberapa ratus kilometer di sebelah timur.dan sekarang sudah membentuk kabupaten sendiri sejak 2009.(http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Anambas)
Berikut ini Photo-Photo Keindahan Anambas : 
Photo Anambas Tampak Dari Samping


Photo Anambas Tampak Dari Atas




Photo Anambas Bawah Laut


Sumber: translate Dari http://edition.cnn.com