Showing posts with label ISLAMI. Show all posts
Showing posts with label ISLAMI. Show all posts

Dilema Antara Orang Tua dan Cinta




Dilema Antara Orang Tua dan Cinta - Kita sebagai anak muda, mungkin seringkali ribut dengan orang tua kita, cuma gara-gara berbeda pandangan. Dan biasanya kitalah, anak-anak muda yang selalu ngotot ingin benar sendiri. Seringkali timbul perasaan orang tua kita sudah tidak sayang lagi sama kita. Padahal perasaan itu sama sekali tidak benar. Karena kasih sayang orang tua kita tidak akan pernah habis-habisnya, lain halnya dengan kasih sayang kita kepada orang tua kita. Bukankah ada pepatah “kasih sayang orang tua sepanjang jalan, tapi kasih sayang anak terhadap orang tua hanya sepanjang galah”.

Kebetulan bila ada yang tidak cocok dengan kita, orang tua kita memiliki cara sendiri untuk mencurahkan kasih sayang kepada kita. Mana ada orang tua yang tidak sayang pada anaknya sendiri!?.Sekalipun ada beberapa berita mengenai bayi yang ditinggalkan orang tuanya, itu banyak pula yang disebabkan faktor ekonomi, ditinggalkan dengan berat hati dan berharap ada orang yang mampu dan mau merawatnya. Orang tua tetap sayang namun keadaan tidak mengizinkan. Itu semua demi kasih sayangnya juga. Lagi pula kasih sayang orang tua kepada kita tidak harus selalu berupa menuruti semua keinginan kita, akan tetapi arti daripada menyayangi bisa berupa melindungi dari sesuatu yang membahayakan. Melarang bukan berarti membenci. Sangat mungkin melarang itu adalah karena mencintai.

Banyak di antara kita yang selalu berpikiran bahwa sesuatu yang kita senangi pasti baik untuk kita, terutama dalam permasalahan pasangan hidup. Tak jarang permasalahan ini berujung pada kebencian terhadap orang tua. Mengapa bisa demikian?. Mungkin karena akal kita sudah ditutupi nafsu hingga tak dapat berpikir jernih, dan mata batin kita menjadi tumpul hingga tak dapat melihat dengan benar. Sehingga yang tampak di depan mata hanya kebaikan-kebaikan pilihan kita, hingga kita terkelabui.

Ketika dalam keadaan seperti inilah kita butuh akal dan mata orang lain yang masih bisa melihat dengan jernih. Pertimbangan akal dan penilaian orang tua kitalah yang sangat dibutuhkan. Karena tak ada orang tua yang sengaja mencelakakan anaknya.

Hal lain yang sering menipu kita adalah strata pendidikan yang telah kita raih. Ketika terjadi perbedaan dengan orang tua kita, tak jarang muncul perasaan, nasihat orang tua itu kuno, ketinggalan jaman, tak tahu kemajuan, kolot, tak berpendidikan dan lainnya yang tak pantas terlintas dalam pikiran apalagi sampai diucapkan. Itulah kepandaian dan tingkat pendidikan yang menjebak untuk berbuat durhaka.

Padahal hidup ini tidak tergantung pada kepintaran dan kepandaian semata. Pintar bukan segala-galanya. Jika dibandingkan dengan pengalaman orang tua kita dalam mengarungi kehidupan, kepandaian dan kepintaran kita tidak ada apa-apanya. Hakikat pandai sebenarnya hanyalah mengerti akan sesuatu meskipun belum mengalaminya. Beda dengan pengalaman orang tua, mereka telah melewatinya, mengalaminya dan tentu paham akan setiap permasalahannya. Mereka telah merasakan asam garam dan pahit getirnya kehidupan, sehingga pertimbangan-pertimbangannya senantiasan arif dan penuh perhitungan.

Maka jangan sekali-kali meremehkan orang tua kita, meski mereka tak berpendidikan sekalipun. Dalam kerentaannya mereka lebih berpengalaman dari kita.


Nah, kalau anda mengalami kejadian ini, cobalah jernihkan pikiran, coba pahami letak perbedaan yang ada dan cari titik persamaannya. Mulailah menghitung dan membandingkan antara ego anda dan pertimbangan orang tua. Hayati betapa besar kasih sayang orang tua kepada kita. Akankah kita menghapus kasih sayang mereka selama puluhan tahun dengan hanya sepersekian detik kehadiran orang lain (kekasih), yang barangkali ketulusan dan cinta mereka masih tidak bisa dibuktikan dengan pasti.

sangatlah tidak adil bila kita menyingkirkan orang tua kita hanya karena memilih orang baru (kekasih). Memutus hubungan batin dengan orang tua demi menjali hubungan dengan orang lain yang barangkali dilatarbelakangi oleh nafsu semata. Berpikirlah dengan dewasa dan sandarkan pada yang kuasa, niscaya kita akan meraih cinta yang suci, cinta orang tua kita, yang berarti cinta Tuhan kita.

Oleh : Yuni Astuti 
Dari :Buletin Sidogiri

Asal Muasal Tradisi Baju Baru Lebaran Indonesia

Gambar Ilustrasi Baju Baru

Hari raya idul fitri atau masyarakat indonesia biasa menyebutnya lebaran sudah di depan mata, di Indonesia perayaan Idul Fitri, selalu dibarengi dengan tradisi memakai baju baru. jangan heran ketika memasuki hari-hari terakhir Ramadan, sejumlah pusat perbelanjaan ramai dikunjungi. Utamanya, mereka datang untuk membeli baju  baru, sendal baru dan lain sebagainya untuk dipakai di hari lebaran.

Tradisi memakai baju baru ini telah berlangsung cukup lama, dan turun temurun. Meskipun tidak ada kewajiban agama untuk melakukannya, namun mayoritas Muslim Indonesia sudah terbiasa tampil dengan baju baru di hari suci.

Sejak tahun 1596, tradisi memakai baju baru saat lebaran sudah terjadi. Dalam buku Sejarah nasional Indonesia tulisan Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto dijelaskan, ketika menyambut lebaran, mayoritas penduduk di bawah kerajaan Banten sibuk menyiapkan baju baru.

Namun bedanya waktu itu, hanya sedikit masyarakat yang membeli baju baru. Mayoritas mereka menjahit sendiri, ini lantaran masih terbatasnya teknologi waktu itu. Hanya kalangan kerajaan yang memiliki akses luas  mendapatkan baju baru dan bagus untuk lebaran.

Digambarkan suasana Banten waktu itu ketika menyambut lebaran sangat ramai, berbeda dari hari-hari biasanya. Dan juga, mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani, ramai-ramai berubah menjadi tukang jahit dadakan. Pada malam hari, sepanjang jalanan dipenuhi oleh cahaya obor yang menghiasi di tiap sisi.

Kondisi senada juga terjadi di kerajaan Mataram (Yogyakarta). Memasuki hari terakhir Ramadan, orang-orang Muslim Mataram sibuk membuat pakaian baru untuk dipakai pada hari raya.

Tradisi baju baru juga diiringi dengan pemukulan beduk pada malam hari raya dan sebelum salat Ied. Umumnya beduk yang digunakan terdapat di musola atau surau. Jika hari biasa, beduk-beduk itu digunakan untuk memberitahu waktu masuk salat. Karena waktu itu, jam merupakan benda mahal yang hanya dimiliki oleh kerajaan.

Sama seperti fungsinya untuk memberitahu waktu salat, penggunaan beduk pada malam Idul Fitri adalah untuk menginformasikan jika pada malam itu adalah buka puasa terakhir Ramadan. Begitu juga dengan pemukulan beduk pada saat salat Ied, untuk memberitahukan jika hari itu sudah masuk 1 Syawal.

Demikian postingan singkat saya  tentang Asal Muasal Tradisi Baju Baru Lebaran Indonesia. Semoga dapat menambah wawasan anda.Terima Kasih

Tips Berbuka Puasa yang Sehat Bagi Lambung



Saat tiba waktu berbuka puasa, ummat yang menjalankan ibadah puasa memang diperbolehkan makan dan minum. Tapi bukan berarti Anda bisa melahap semua makanan yang diinginkan sekaligus.

Berbuka puasa pun perlu mengikuti langkah-langkah yang benar, karena lambung yang tidak terisi makanan dalam waktu lama cenderung lebih rentan mengalami gangguan pencernaan. Berikut ini tips berbuka puasa yang benar, seperti dikutip dari fasting ygoy.

1. Berbukalah dengan yang Manis
Tahukah Anda, alasan kenapa kita sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan manis terlebih dulu saat berbuka? Karena selama berpuasa, tubuh kehilangan banyak energi dan kurang nutrisi. Gula, atau makanan/minuman yang mengandung gula bisa memberi asupan energi dengan cepat, sehingga tubuh pun cepat kembali segar.

Tapi perhatikan juga konsumsinya, jangan sampai berlebihan dan usahakan gula yang Anda konsumsi alami, yang berasal dari buah-buahan. Idealnya, Anda disarankan makan tiga butir kurma dan air putih, atau satu cangkir teh manis. Anda pun bisa berbuka dengan buah-buahan seperti melon dan semangka.

2. Hindari Minuman Terlalu Dingin
Hindari minuman yang terlalu dingin. Minuman dingin bisa membuat perut cepat kenyang, sehingga kita kehilangan selera untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, yang tidak didapatkan tubuh selama berpuasa. Akibatnya, tubuh akan cepat lemas saat berpuasa esok harinya.

3. Beri Jeda Waktu untuk Makan Berat
Saat berbuka, biasanya kita cenderung kalap, ingin melahap semua makanan yang tersaji. Tapi tahanlah keinginan itu. Lambung perlu beradaptasi dengan makanan setelah lebih dari 12 jam kosong. Langsung ‘menghantamnya’ dengan makanan berat, akan membuat perut ‘kaget’ dan bisa menimbulkan perut kembung hingga sembelit.
Setelah mengonsumsi makanan manis, berilah jeda waktu bagi lambung untuk mencerna makanan secara perlahan, kira-kira 10-15 menit. Baru mulai makan makanan berat, misalnya nasi beserta lauk dan sayur. Untuk lebih nyaman, Anda bisa mengonsumsi makanan berat setelah pulang salat Tarawih.

4. Makan Perlahan
Rasa lapar kadang bisa membuat kita kalap sehingga ingin mengunyah makanan lebih cepat agar bisa segera menghabiskan menu berikutnya. Makan dengan cepat bisa mengganggu kadar gula dalam darah, sehingga Anda akan selalu merasa lapar dan semakin semangat mengunyah makanan. Otak membutuhkan sekitar 15 sampai 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang. Makan cepat dapat membuat Anda mengonsumsi makanan berlebihan dan memakan kalori lebih banyak. Tentunya Anda tidak mau, setelah 1 bulan berpuasa, tubuh justru akan jadi lebih gemuk.

Oleh karena itu, makanlah dengan pelan. Mengunyah secara perlahan akan memberi waktu bagi tubuh untuk menyerap glukosa dan kalori yang diperlukan tubuh, tapi mencegahnya agar tidak terserap berlebihan dan menjadikannya lemak.

Apa Hukumnya Tidur Saat Puasa ?




Seperti yang sudah diketahui bahwa bulan Ramadan adalah bulan penuh dengan berkah. Kegiatan amal yang dilakukan seorang muslim saat Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan, tidurnya orang berpuasa juga berpahala. Banyak sekali para ustad atau da’i yang menyampaikan dakwah bahwa tidur orang yang berpuasa adalah ibadah dan mendapat pahala. Bahkan para ulama mengatakan bahwa hal itu dijelaskan pada hadits Nabi Muhammad SAW. “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan,” arti dari hadist Nabi mengenai tidur di bulan Ramadan. Hadist ini sering memunculkan pertanyaan apa hukumnya tidur saat puasa? 


1. Tidur Seharian dan Tidak Bangun Saat Waktu Shalat 
Tidur seharian dan tidak bangun untuk melaksanakan shalat adalah termasuk perbuatan maksiat dan dibenci oleh Allah SWT. Karena sesungguhnya shalat lima waktu hukumnya wajib. Meski dia sedang berpuasa, tetap dia akan mendapat dosa karena lalai dalam shalatnya.

2. Tidur dan Bangun Untuk Shalat 
Hukum seorang yang tidur tetapi bangun untuk menjalankan shalat secara berjamaah kemudian tidur lagi adalah sia-sia (mubah). Tidur ini tidak membatalkan puasanya, hanya saja tidur ini sia-sia karena sesungguhnya masih ada kegiatan yang lebih baik daripada tidur. 


Terkait dengan hal di atas, satu hal yang patut disayangkan, yaitu banyak orang yang biasa untuk bergadang di bulan Ramadhan, ketika mendekati fajar mereka makan sahur kemudian tidur sepanjang hari atau sebagian besarnya. Mereka meninggalkan shalat, padahal shalat lebih ditekankan dan lebih wajib daripada puasa. Bahkan puasa tidak sah bagi orang yang tidak shalat. Tentu, hal ini merupakan perkara yang sangat berbahaya sekali. Oleh sebab itu bergadang yang menyebabkan orang tidak bisa bangun untuk menunaikan shalat adalah bergadang yang hukumnya haram. Lebih-lebih jika bergadang tersebut di isi dengan perbuatan yang sia-sia, main-main atau perbuatan yang haram tentu perkaranya lebih berbahaya lagi. Perbuatan dosa akan lebih besar dosanya dan lebih parah bahayanya ketika dikerjakan di bulan Ramadhan, demikian juga ketika dikerjakan di waktu-waktu atau tempat-tempat yang memiliki keutamaan

Kesimpulannya, tidur saat berpuasa memang merupakan ibadah. Tapi, kita tidak boleh tidur sepanjang hari apalagi sampai melupakan waktu shalat karena masih ada kegiatan yang lebih bermanfaat. Ingat! Islam tidak pernah menyuruh umatnya untuk bermalas-malasan. Jadi, tidak ada alasan untuk bermalas-malasan (tidur) di saat  menjalankan ibadah puasa.Semoga Allah menganugerahi setiap langkah kita di bulan Ramadhan penuh keberkahan. Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmatnya, segala kebaikan menjadi sempurna.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar


Malam Lailatul Qadar adalah malam mulia yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan (30.000x malam biasa):
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [QS Al Qadar: 1 - 5]

Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya ayat Al Qur’an) di atas adalah:
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fisabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Kaum muslimin mengagumi perjuangan orang tersebut. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr: 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadar lebih baik daripada perjuangan Bani Israil selama seribu bulan itu.

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Al Wahidi, yang bersumber dari Mujahid)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa di kalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang suka beribadah malam hari hingga pagi dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan itu dilakukannya selama seribu bulan. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr : 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada amal seribu bulan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dari Bani Israil tersebut.

(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid).
Para sahabat kagum dan iri karena lelaki Bani Israel tersebut selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan) selalu beribadah dan berjihad kepada Allah karena sejak lahir dia sudah berada di atas agama yang lurus. Sedang para sahabat karena ajaran Islam baru disyiarkan Nabi, banyak yang masuk Islam pada umur 40 tahun atau lebih. Sehingga sisa waktu mereka hanya 20-30 tahun saja. Tak bisa menandingi ibadah lelaki dari Bani Israel tersebut.

Karena itulah turun ayat di atas. Jika ummat islam beribadah pada malam tersebut, niscaya pahalanya sama dengan pahala 1000 bulan. Karena itu perbanyaklah shalat, dzikir, doa, membaca Al Qur’an, bersedekah, dan berjihad di jalan Allah pada malam Lailatul Qadar.


Lailatul Qadar mempunyai beberapa keutamaan. Tujuh di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Lailatul Qadar adalah Malam Nuzulul Qur’an

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْر

“Kami telah menurunkan Al Qur’an ini pada malam ‘Lailatul Qadar’.” (QS Al Qadr: 1).


2. Ibadah pada Lailatul Qadar Lebih Baik dari 1000 Bulan

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر

“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” (Al Qadr: 3).
Menurut DR. Ahmad Zain An Najah, para ulama berbeda pendapat tentang maksud ayat di atas, akan tetapi mayoritas ulama mengatakan bahwa amalan pada malam hari itu lebih baik dari amalan seribu malam yang tidak terdapat di dalamnya Lailatul Qadar.

3. Para Malaikat dan Jibril Turun untuk Mengatur Segala Urusan

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (A Qadar: 4).
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إنها ليلة سابعة، أو تاسعة وعشرين، وإن الملائكة تلك الليلة في الأرض أكثر من عدد الحصى‏

“Sesungguhnya Lailatul Qadar itu akan turun pada malam 27 atau 29, dan sesungguhnya malaikat yang ada di muka bumi pada malam itu lebih banyak dari pada jumlah kerikil.” (HR Ibnu Khuzaimah, hasan).

4. Lailatul Qadar adalah Malam Kesejahteraan
Para malaikat pun memberikan salam kepada kaum Mukminin mereka sampai terbit fajar.

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al Qadar: 5).

5. Lailatul Qadar adalah Malam yang Penuh Berkah

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ

“Kami telah menurunkan Al-Qur’an ini pada malam yang penuh berkah.” (QS Ad Dukhan: 2).

6. Lailatul Qadar adalah Malam Penetapan Takdir Seluruh Makhluk dalam Setahun

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu ditetapkan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Ad Dukhan: 3).

7. Diampuni Dosa Masa Lalu bagi Yang Beribadah pada Lailatul Qadar dengan Ikhlas dan Iman
Dalilnya adalah sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَاًبا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR Bukhari dan Muslim)

Syarat-Syarat Wajib Zakat



ZAKAT merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.

Salah satu pilar penting Islam adalah zakat, karena ia bukan semata ibadah yang berdimensi individual namun juga sosial. Ia merupakan instrumen penting pemerataan pendapatan, jika zakat dikelola dengan baik dan profesional. Karena dengan zakat, harta akan beredar dan tidak berakumulasi di satu tangan orang-orang kaya (Al-Hasyr: 7) Artinya: “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”.

Kewajiban mengeluarkan zakat disebutkan sebanyak 36 kali dalam Al-Quran, dua puluh kali diantaranya digandengkan dengan kewajiban menunaikan shalat. Secara kebahasaan, zakat berasal dari kata zaka yang berarti tumbuh dan berkembang. Bisa juga zakat itu berarti suci, bertambah, berkah, dan terpuji. Secara terminologi, zakat berarti: Sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah diserahkan kepada orang-orang yang berhak, di samping berarti mengeluarkan jumlah tertentu itu sendiri (Hukum Zakat: Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Litera Antar Nusa dan Mizan, 1996).

Zakat merupakan sarana paling tepat dan paling utama untuk meminimalisir kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin, sebagai satu bentuk sikap dari saling membantu (takaful) dan solidaritas di dalam Islam (Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Dr. Wahbah Zuhaili, Daarul Fikr, jilid II, hal.732).

Diantara hikmah zakat menurut Al-Qaradhawi adalah sebagai bentuk pembersihan dan penyucian, baik material maupun spiritual, bagi pribadi orang kaya dan jiwanya, atau bagi harta dan kekayaannya (Hukum Zakat, hal 848). Zakat adalah refleksi keimanan seseorang kepada Allah swt. dan sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya (Ibrahim: 7).
Ia juga menjadi sarana penolong dan pembantu bagi para mustahiq ke arah kehidupan yang lebih baik dan sebagai pilar amal bersama antara pejuang yang tidak mampu dengan orang-orang kaya (Al-Baqarah : 278). Surat Al Baqarah Ayat 278: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman”.

Zakat merupakan sumber dana bagi pembangunan sarana dan prasarana yang harus dimiliki oleh umat Islam. Seperti sarana ibadah, pendidikan, kesehatan maupun sosial dan ekonomi kaum muslimin. Dalam zakat terdapat dimensi sosialisasi cara berbisnis yang benar. Sebab, zakat bukanlah memberikan harta yang kotor, akan tetapi mengeluarkan harta hak orang lain dari harta kita yang kita usahakan dan peroleh dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dan hukum Allah (Al-Baqarah: 267).

Surat Al Baqarah Ayat 267: Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.
Dalam zakat ada indikasi bahwa Islam mendorong umatnya untuk bekerja keras mendapatkan harta. Sebab, hanya mereka yang memiliki harta yang bisa mengeluarkan zakat. Zakat yang dikelola dengan baik akan mampu membuka lapangan kerja dan usaha yang luas sekaligus penguasaan aset-aset umat Islam (Zakat dalam Perekonomian Modern, Dr. Didin Hafidhuddin, Gema Insana Press, 2002).

Dalam pandangan Al-Qardhawi, zakat merupakan ibadah maliyah ijtimaiyyah, yaitu ibadah di bidang harta benda yang memiliki fungsi strategis, penting, dan menentukan dalam membangun kesejahteraan masyakarat. Zakat akan melahirkan dermawan yang suka memberi, bukan sosok yang menggerogoti. Seorang muzakki akan terhindar dari sifat kikir yang merupakan “virus ganas” dan penghambat paling utama lahirnya kesejahteraan masyarakat.
Zakat akan menjadi obat paling mujarab untuk tidak menjadi hamba dunia dalam kadar yang melewati batas. Ia akan mengingatkan kita bahwa harta itu adalah sarana dan bukan tujuan hidup kita.

Para muzakki akan memiliki kekayaan batin yang sangat tinggi, sehingga dia akan menjadi manusia yang sebenarnya. Manusia yang suka meringankan beban orang lain, yang memiliki kedalaman cinta pada sesama dan simpati pada manusia. Tentunya, zakat pasti akan membuat harta kita berkembang dan penuh berkah.

Bagi si penerima (mustahiq), zakat memiliki arti yang penting. Karena dengan zakat, dia menjadi terbebas dari kesulitan-kesulitan ekonomi yang sering kali menjerat langkah dan geraknya. Dengan zakat, akan muncul rasa persaudaraan yang semakin kuat dari mereka yang menerima. Sebab, mereka merasa “diakui” sebagai bagian dari “keluarga besar” kaum muslimin yang tidak luput dari mata kepedulian kaum muslimin lain, yang Allah beri karunia berupa harta.

Dengan demikian, tidak akan muncul sifat dengki dan benci yang mungkin saja muncul jika orang yang kaya menjelma menjadi sosok apatis dan tidak peduli kepada orang-orang yang secara ekonomis tidak beruntung. Ini adalah praktik langsung dari apa yang Rasulullah saw. sabdakan, “bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya” (HR. Bukhari-Muslim)
Tak ada yang menyangkal bahwa zakat memiliki dampak sosial yang sangat penting dan akan mampu menjadikan masyarakat terberdayakan. Karena zakat merupakan salah satu bagian dari aturan Islam yang tidak dikenal di Barat, kecuali dalam lingkup yang sempit, yaitu jaminan pekerjaan. Jaminan pekerjaan dengan menolong kelompok orang yang lemah dan fakir.

Zakat bukan hanya memberikan jaminan kepada orang-orang miskin kaum muslimin, namun ia juga bisa disalurkan kepada semua warga negara apa saja yang berada di bawah naungan Islam. Seperti yang pernah terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Saat itu, zakat diberikan oleh Umar kepada orang-orang Yahudi yang meminta-minta dan berkeliling dari pintu ke pintu. Umar memerintahkan agar dipenuhi kebutuhannya dengan mengambil dari Baitul Mal kaum muslimin (Hukum Zakat: 880).

Dengan zakat, akan lahir manusia-manusia mandiri, manusia-manusia suka bekerja, dan tidak suka meminta-minta. Zakat akan mempersempit kelompok manusia miskin dan akan menumbuhkan gairah manusia untuk menjadi muzakki dan bukan mustahiq. Kesadaran untuk berzakat, akan mendorong setiap muslim bekerja dalam batas optimal, dan akan memposisikan diri sebagai “sumber kebaikan” bagi yang lain.

Munculnya lembaga-lembaga zakat profesional di Indonesia saat ini, telah memberikan harapan besar bagi usaha pemerataan distribusi harta kekayaan dan meminimalisasi kemiskinan dan penderitaan yang banyak diderita masyarakat. Munculnya Rumah Zakat, Dompet Dhuafa’ (DD) Republika, Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU), Dompet Sosial Ummul Qura (DSUQ), Baitula Maal Muamalat telah terbukti memberikan seberkas cahaya penyelamatan berarti untuk beberapa orang tak mampu.

Harapan pemberdayaan dan keberdayaan ini akan semakin cerah dan terbuka, jika kita umat Islam semakin sadar untuk mengeluarkan zakat. Bulan Ramadhan kali ini, merupakan saat yang tepat untuk melipatgandakan kesadaran itu. Semoga kita berhasil. Amien.

Setiap individu yang ingin membayar zakat harus di ambil kira syarat wajib zakat yang perlu difahami dan dipenuhi sebelum membuat taksiran. Syarat-syarat tersebut ialah:
  1. ISLAM-Zakat hanya dikenakan kepada orang-orang Islam saja.
  2. MERDEKA-Syarat ini tetap dikekalkan sebagai salah satu syarat wajib.
  3. SEMPURNA MILIK-Harta yang hendak dizakat hendaklah dimiliki dan dikawal sepenuhnya oleh orang Islam yang merdeka. Bagi harta yang berkongsi antara orang Islam dengan orang bukan Islam, hanya bahagian orang Islam sahaja yang diambil kira di dalam pengiraan zakat.
  4. HASIL USAHA YANG BAIK SEBAGAI SUMBER ZAKAT-Para Fuqaha’ merangkumi semua pendapatan dan penggajian sebagai “Mal Mustafad” iaitu perolehan baru yang termasuk dalam taksiran sumber harta yang dikenakan zakat.
  5. CUKUP NISAB-Nisab adalah paras minimum yang menentukan sesuatu harta itu wajib dikeluarkan atau tidak. Nisab menggunakan nilai emas harga semasa iaitu 20 misqal emas bersamaan 85 gram emas atau 196 gram perak.
  6. CUKUP HAUL-Bermaksud genap setahun yaitu selama 354 hari mengikut tahun Hijrah atau 365 hari mengikut tahun Masihi. Dalam zakat pendapatan, jangka masa setahun merupakan jangkamasa mempersatukan hasil-hasil pendapatan untuk pengiraan zakat pendapatan.

Reperensi

Merawat Puasa di Bulan Ramadhan


Merawat Puasa di Bulan Ramadhan- Hakikat dari puasa adalah menahan diri (imsyak), baik secara jasmani maupun rohani. Kata “puasa” (Sansekerta) dan memiliki arti yang mirip sama dengan kata shawm (Arab), yang maknanya adalah pengendalian diri, utamanya atas dorongan berlaku tamak.

Pengendalian diri secara jasmani dengan tidak makan, minum dan melakukan hubungan suami istri dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari, sehingga apabila dilakukan akan membatalkan puasa, terkecuali jika lupa. Sedangkan secara rohani adalah dari sifat iri, hasad, dengki, takabur, ghibah, dan sebagainya.

Agar ibadah puasa yang kita jalankan, seperti diingatkan oleh Nabi Muhamamd Saw, tidak sekedar “mendapatkan lapar haus dan dahaga”, maka sebagaimana tanaman, kita wajib untuk merawat dengan sebaik-baiknya. 

Beberapa amalan utama yang dapat dilakukan untuk merawat puasa adalah:
pertama, mengerjakan qiyamulail, yakni salat taraweh selama bulan ramadhan. Silahkan pilih sesuai keyakinan kita, apakah mau 11 atau 23 rakaat. Mau dikerjakan langsung setelah salat isya atau pada sepertiga malam. 

“Rasulullah Saw menganjurkan (salat) qiyamu ramadhan kepada mereka (para sahabat), tanpa perintah wajib. Beliau bersabda : Barangsiapa mengerjakan (salat) qiyamu ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang lalu” (HR. Bukhori Muslim)

Kedua, mengakhiri makan sahur, supaya perut masih terasa kenyang dan badan tetap kuat, sehingga tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa. “Umatku dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka dan menta’khirkan sahur” (HR. Ahmad)

Ketiga, menyegerakan berbuka puasa (ta’jil) dengan makanan dan minuman yang manis, sebelum Salat maghrib. Sehingga menghilangkan lapar dan dahaga, untuk menyegarkan kembali tubuh yang lemas karena berpuasa. “Orang akan selalu baik (sehat) apabila menyegerakan berbuka” (Muttafaq’alaih). 

Keempat, berdoa ketika berbuka, sebagai wujud syukur karena telah selesai puasanya pada hari tersebut. Lafalnya adalah : “Dzahabazh zhama’u wabtalatil ‘uruqu watsabatal ajru insya Allah” hilanglah rasa haus, dan basahlah urat-urat (badan) dan insya Allah mendapatkan pahala.

Kelima, memperbanyak sedekah dan tadarus Alquran: memberikan makan kepada orang sedang puasa, ketika adzan maghrib berkumandang. Ketika ditanya tentang sedekah yang paling utama, Rasulullah Saw menjawab; “Sedekah di bulan Ramadhan” (HR. at Tirmidzy).  

Momentum ini dimanfaatkan untuk membayar zakat. Sehingga berimplikasi meningkatnya perolehan zakat, infak, sedekah, hibah dan wakaf dari setiap organisasi pengelola zakat, yayasan sosial, maupun takmir-takmir masjid dan mushala.

Di samping itu, merawat puasa dengan membaca dan mempelajari Alquran (tadarus), baik dilakukan sendiri maupun secara bersama-sama. “Rasulullah Saw adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan dan mengajaknya membaca dan mempelajari Alquran. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah Saw lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan (Muttafaq’Allaih) 

Keenam, mendekatkan diri kepada Allah dengan cara i’tikaf (berdiam diri) di masjid, terutama pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, yakni dengan melakukan amalan-amalan mulia, misalnya dengan berdzikir, membaca Alquran dan sebagainya. Dari Umar r.a (diriwayatkan bahwa) ia berkata: “Rasulullah Saw selalu beri’tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadhan“(Muttafaq’Allaih).

Semoga dengan merawat puasa selama Ramadhan, insya Allah kita akan menjadi orang paling mulia disisi Allah Swt, yakni mendapatkan derajat taqwa. Wallahu’alam

12 Cara Berbuka Puasa Umat Muslim yang Paling Unik di Dunia

Selama sebulan penuh para umat Islam menjalankan ibadah puasa. Ibadah yang mereka lakukan setiap tahunnya ini termasuk salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan.

Dalam ibadah puasa tersebut, saat berbuka menjadi momen istimewa dan juga melegakan bagi umat Islam setelah seharian penuh mereka menahan lapar dan dahaga. Momen tersebut dirayakan dengan cara yang Unik dan berbeda di setiap negara.

Foto-foto berikut ini memperlihatkan betapa momen berbuka dalam berpuasa bisa terlaksana begitu indah, menarik, dan juga Unik.Berikut 12 Cara Berbuka Puasa Umat Muslim yang paling Unik di Dunia,dikutip dari Kapanlagi:

1. Buka di atas jembatan
Buka di atas jembatan
Masyarakat Turki merayakan buka puasa di hari pertama Ramadan dengan membagi-bagikan Makanan gratis dan menyantapnya bersama di atas jembatan Istambul. Jalanan kota nampak lengang, mungkin karena semua warga Istambul berkumpul untuk berbuka bersama.


2. Berbuka di tengah protes
Berbuka di tengah protes
Para pemrotes anti pemerintahan di Sanaa, Yemen berbuka bersama dengan makan lesehan di tepi-tepi jalan pada hari pertama Ramadan. Momen berbuka sejenak membuat para pemrotes melupakan ketegangan dan berbaur dengan yang lain untuk menyantap kurma dan menu khas setempat.

3. Menyalakan meriam
Menyalakan meriam
Seorang pemuda di sebelah selatan kota Taiz, Yemen menyalakan meriam dan membuat seisi kota mendengar suaranya. Semua itu dilakukan untuk memberi tanda kepada warga Yemen bahwa sudah saatnya berbuka untuk pertama kalinya di hari pertama Ramadan.

4. Yang manis dan hangat
Yang manis dan hangat
Menu berbuka puasa yang paling dicari adalah Makanan yang manis. Lebih enak lagi jika Makanan tersebut masih hangat. Pria asal Kabul, Afghanistan ini membuat Makanan yang memenuhi kedua hal di atas. Makanan yang bentuknya mirip dengan krupuk di Indonesia ini pun laris manis di sana.


5. Menu andalan
Menu andalan
Pria asal Manila ini membakar ikan tuna sirip kuning untuk nantinya dimakan saat berbuka di hari pertama Ramadan. Menu ini adalah andalan pasar tradisional di Manila selama Ramadan.

6. Acar dan Zaitun
Acar dan Zaitun
Di kota Tripoli, Libia, menu yang paling dicari saat puasa untuk menu berbuka adalah zaitun dan acar. Lihat betapa banyak acar yang dijual di pasar ini. Para pria ini saling tawar tentang harga acar.


7. Sepiring berbanyak Orang
Sepiring berbanyak<a href='http://www.lihat.co.id/search?q=Orang/'> Orang</a>
Umat muslim asal Rohingya berbuka puasa bersama di Pusat Immigration Detention, provinsi Kanchanaburi di hari pertama Ramadan. Kebersamaan begitu terasa karena mereka harus berbagi piring saat menyantap menu buka puasanya.


8. Roti super lebar
Roti super lebar
Para pengungsi di camp Jabalya, jalur Gaza pun tak mau melewatkan momen berbuka. Mereka sebelumnya membuat roti super lebar dan berukuran besar untuk nantinay dimakan bersama-sama saat berbuka puasa.


9. Serba buah
Serba buah
Piring-piring ini ditata dan dipenuhi dengan buah seperti pisang, tomat dan juga apel untuk nantinya disantap saat berbuka puasa. Kuil Sufi Muslim abad ke-13, Hazrat Nizamuddin Aulia, di Delhi India ini memang dikenal karena selalu membagikan menu berbuka serba buah.


10. Aksi akrobat
Aksi akrobat
Warga Karachi, Pakistan pun punya tradisi untuk berbuka puasa bersama. Mereka melakukannya di Tempat terbuka dan ada seseorang yang bertugas membagikan Makanannya. Yang Unik di Tempat ini, pria yang membagikan Makanan akan beraksi dengan membawa belasan piring sekaligus.
Aksi akrobat
Hal yang sama pun bisa ditemui di Kairo Mesir. Pembagi Makanan akan membawa banyak mangkok dalam nampan super lebar.


11. Antri dulu
Antri dulu
Bersyukurlah kalau kamu bisa berbuka puasa tanpa harus bersusah payah mengantri seperti mereka di Mogadishu, Somalia ini. Untuk bisa mendapat Makanan saat berbuka, warga Mogadishu harus mengantri panjang di pusat-pusat pembagian Makanan.


12. Pesta kembang api
Pesta kembang api
Warga Palestina tak pernah melewatkan momen berbuka pertama di bulan Ramadan dengan biasa-biasa. Mereka memilih untuk menyalakan kembang api dan membuat pertunjukan menakjubkan di kota Gaza.

Valentine Dalam Pandangan Islam

Di dalam Islam tidak ada valentine, sebab kata valentine itu merupakan istilah impor dari agama di luar Islam. Bahkan latar belakang sejarah dan esensinya pun tidak sejalan dengan Islam.

Namun kalau yang anda inginkan adalah perwujudan rasa kasih sayang menurut syariah Islam, tentu saja Islam merupakan ‘gudang’ nya kasih sayang. Tidak sebatas pada orang-orang terkasih saja, bahkan kasih sayang kepada semua orang. Bahkan hewan pun termasuk yang mendapatkan kasih sayang.

Cinta kepada Kekasih

Kasih sayang kepada orang terkasih pun ada di dalam Islam, bahkan menyayangi pasangan kita dinilai sebagai ibadah. Ketika seorang wanita memberikan seluruh cintanya kepada laki-laki yang dicintainya, maka Allah pun mencurahkan kasih sayang-Nya kepada wanita itu. Hal yang sama berlaku sebaliknya.

Namun kasih sayang antara dua insan di dalam Islam hanya terjadi dan dibenarkan dalam ikatan yang kuat. Di mana laki-laki telah berjanji di depan 2 orang saksi. Janji itu bukan diucapkan kepada si wanita semata, melainkan juga kepada orang yang palingbertanggung-jawab atas diri wanita itu, yaitu sang ayah. Ikatan ini telah menjadikan pasangan laki dan wanita ini sebagai sebuah keluarga. Sebuah ikatan suami istri.

Adapun bila belum ada ikatan, maka akan sia-sia sajalah curahan rasa kasih sayang itu. Sebab salah satu pihak atau malah dua-duanya sangat punya kemungkinan besar untuk mengkhianati cinta mereka. Pasangan mesra di luar nikah tidak lain hanyalah cinta sesaat, bahkan bukan cinta melainkan birahi dan libido semata, namun berkedok kata cinta.

Dan Islam tidak kenal cinta di luar nikah, karena esensinya hanya cinta palsu, cinta yang tidak terkait dengan konsekuensi dan tanggung-jawab, cinta murahan dan -sejujurnya- tidak berhak menyandang kata cinta.

Cinta kepada Sesama

Di luar cinta kepada pasangan hidup, sesungguhnya masih banyak bentuk kasih sayang Islam kepada sesama manusia. Antara lain bahwa Islam melarang manusia saling berbunuhan, menyakiti orang lain, bergunjing, mengadu domba atau pun sekedar mengambil harta orang lain dengan cara yang batil.

Bandingkan dengan peradaban barat yang sampai hari duduk di kursi terdepat sebagai jagal yang telah membunuh berjuta nyawa manusia. Bukankah suku Indian di benua Amerika nyaris punah ditembaki hidup-hidup? Bukankah suku Aborigin di benua Australia pun sama nasibnya?

Membunuh satu nyawa di dalam Islam sama saja membunuh semua manusia. Bandingkan dengan jutaan nyawa melayang akibat perang dunia I dan II. Silahkan hitung sendiri berapa nyawa manusia melayang begitu saja akibat ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki?

Silahkan buka lembaran sejarah, siapakah yang dengan bangga bercerita kepada anak cucunya bahwa nenek moyang mereka berhasil membanjiri masjid Al-Aqsha dengan genangan darah muslimin, sehingga banjir darah di masjid itu sebatas lutut kuda?

Di awal tahun 90-an, kita masih ingat bagaimana Serbia telah menyembelih umat Islam di Bosnia, anak-anak mati ditembaki. Bahkan janin bayi di dalam perut ibunya dikeluarkan dengan paksa dan dijadikan bola tendang. Bayangkan, kebiadaban apa lagi yang bisa menandinginya?

Sesungguhnya peradaban barat itu bertqanggung jawab atas semua ini. Tangan mereka kotor dengan darah manusia, korban nafsu angkara murka.

Kasih sayang yang sesungguhnya hanya ada di dalam Islam. Sebuah agama yang terbukti secara pasti telah berhasil menjamin keamanan Palestina selama 14 abad lamanya. Di mana tiga agama besar dunia bisa hidup akur, rukun dan damai. Palestina baru kembali ke pergolakannya justru setelah kaum yahudi menjajahnya di tahun 1948.

Bahkan gereja Eropa di masa kegelapan (Dark Ages) pun tidak bisa melepaskan diri dari cipratan darah manusia, ketika mereka mengeksekusi para ilmuwan yang dianggap menentang doktrin gereja. Tanyakan kepadaGalileo Galilei, juga kepada Copernicus, apa yang dilakukan geraja kepada mereka? Apa yang menyebabkan kematian mereka? Atas dosa apa keduanya harus dieksekusi? Keduanya mati lantaran mengungkapkan kebenaran ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuandianggap tidak sesuai dengan kebohongan gereja.

Kalau kepada ilmuwan gereja merasa berhak untuk membunuhnya, apatah lagi dengan orang kebanyakan. Lihatlah bagaimana pemuda Eropa dikerahkan untuk sebuah perang sia-sia ke negeri Islam, perang salib. Lihatlah bagaimana nyawa para pemuda itu mati konyol, karena dibohongi untuk mendapatkan surat pengampunan dosa, bila mau merebut Al-Aqsha.

Sejarah kedua agama itu, berikut sejarah Eropa di masa lalu kelam dan bau anyir darah. Sejarah hitam nan legam…

Bandingkan dengan sejarah Islam, di mana anak-anak bermain dengan bebas di taman-taman kota, meski orang tua mereka lain agama. Bandingkan dengan sejarah perluasan masjid di Mesir yang tidak berdaya lantaran tetangga masjid yang bukan muslim keberatan tanahnya digusur. Bandingkan dengan pengembalian uang jizyah kepada pemeluk agama Nasrani oleh panglima Abu Ubaidah Ibnul Jarah, lantaran merasa tidak sanggup menjamin keamanan negeri.

Siapakah yang menampung pengungsi Yahudi ketika diusir dari Spanyol oleh rejim Kristen? Tidak ada satu pun negara yang mau menampung pelarian Yahudi saat itu, kecuali khilafah Turki Utsmani. Sebab meski tidak seagama, Islam selalu memandang pemeluk agama lain sebagai manusia juga. Mereka harus dilindungi, diberi hak-haknya, diberi makan, pakaian dan tempat tinggal layak. Syaratnya hanya satu, jangan perangi umat Islam. Dan itu adalah syarat yang teramat mudah.

Maka kalau kita bicara cinta dan kasih sayang, Islam lah bukti nyatanya.


Sumber

Cantik Dari Hati atau Cantik Dari Fisik ?

Setiap wanita yang terlahir ke dunia ini pasti cantik dan memiliki kecantikan diri masing-masing. Kata orang ukuran kecantikan seseorang itu relatif. Ukuran kecantikan juga berubah seiring perkembangan zaman. Dulu wanita yang dibilang cantik adalah perempuan yang berbudi pekerti luhur dan berkhlak mulia. Kecantikan wajah alaminya lebih terpancar dengan inner beauty atau kecantikan akhlaknya tanpa balutan make up. Namun sekarang standardisasi kecantikan seorang wanita telah berubah. 
Dunia Barat telah berhasil mengubah opini publik terhadap hakikat cantik seorang wanita. Opini yang beredar saat ini adalah, kecantikan wanita terlukis pada putih mulusnya kulit, badan langsing, tinggi badan yang proporsional, dan bagian tubuh yang serba terbuka (sexy). Opini cantik ala Barat ini didukung dengan banyaknya iklan-iklan kosmetik yang dimodeli oleh perempuan-perempuan dengan kriteria fisik sebagaimana tersebut di atas. Tak heran kalau akhirnya mayoritas kaum Hawa ini termakan iklan dan akhirnya berlomba-lomba untuk mempermak tubuh mereka. Berbagai jenis produk pemutih kulit beredar di pasaran. Bermacam-macam solusi untuk melangsingkan tubuh ditawarkan. Begitu juga dengan alat-alat dan obat-obat peninggi badan. Semua itu dilakukan untuk mencapai standardisasi cantik ala Barat. Bahkan tak tanggung-tanggung ada yang sampai melakukan operasi plastik untuk mengubah dirinya terlihat cantik bak model Holywood.

Tak heran jika banyak kaum Hawa yang makin sibuk mempercantik dirinya hingga lupa untuk mempercantik akhlaqnya. Padahal standardisasi penilaian cantik berdasarkan fisik hanyalah kepalsuan, karena di dunia ini tidak ada yang abadi. Ada masanya kecantikan fisik akan pudar kala usia samakin tua. Tak dapat dipungkiri kulit akan semakin keriput seiring dengan bertambahnya umur. 

Walaupun banyak produk anti aging ditawarkan untuk membuat seorang perempuan tampak awet muda, itu hanyalah topeng belaka. Uban satu per satu akan tumbuh menggantikan helaian rambut yang dulunya hitam. Ada yang mengakali uban dengan mancabutinya satu-persatu. Siap-siap saja memiliki kepala botak karena semua rambut yang putih dicabutin. Ada juga yang mencoba menyemir dan mewarnai rambutnya dengan warna hitam atau warna lainnya untuk menyembunyikan uban. Tapi, tetap saja uban akan terus bermunculan dan warna hitam semir akan memudar. Lalu sebenarnya bagaimanakah cantik yang hakiki?

Definisi cantik yang hakiki adalah perempuan yang berakhlak mulia dan menutup auratnya. Kecantikan sebenarnya adalah kecantikan yang terpancar dari dalam jiwa atau inner beauty. Wanita cantik adalah wanita yang menutup auratnya. Dan tipe wanita seperti ini adalah wanita cerdas, karena dia berhasil memilih busana yang menyejukkan jiwa bukan busana pemancing nafsu. Dia juga wanita yang eksklusif, karena hanya mahram-nya saja yang bisa melihat kecantikannya.


Tak perlu dipersoalkan lagi, pasti semua wanita ingin terlihat cantik secantik-cantiknya. Wajar kalau banyak wanita yang berusaha untuk mempercantik dirinya. Tapi saudariku, yang lebih afdhol adalah mepercantik diri sesuai dengan tuntutan Islam. Dan cantik apabila sesuai deangan syariat Islam akan menjadi ibadah. Berikut ini ada tips-tips mempercatik diri luar dalam secara Islami :
Supaya wajah selalu terlihat segar dan berseri, basuhlah wajah minimal 5 kali sehari dengan air wudhu. Setelah berwudhu jangan langsung dikeringkan dengan handuk, biarkan kering sendiri. Kemudian ambil peralatan sholat, laksanakan sholat, berdzikir dan berdo’a. Berwudhu juga dapat menjaga kelembaban wajah lho!

Untuk menghilangkan stress , salah satu penyebab kerut di wajah, perbanyaklah olahraga. Kalau tidak sempat untuk olahraga, maka cukup dengan memperbanyak sholat. Sholat yang wajib ditambah dengan nafilah-nya. Karena ketika sholat seluruh tubuh telah digerakkan.

Untuk menjaga bibir agar tetap lembab, hiasilah bibir dengan lantunan dzikir, sholawat, dan tilawatul Qur’an. Berdzikir juga membuat hati tidak gersang. Jangan lupa untuk selalu tersenyum dan menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik.

Agar berat badan tubuh tetap terjaga dan langsing, lakukan diet yang teratur dan tidak menyiksa ala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dengan shaum setiap hari senin dan kamis. Bagi yang kuat, lebih baik lagi berpuasa seperti yang dicontohkan Nabi Daud ‘alaihissalam, berpuasa satu hari, dan berbuka satu hari. Pola makan juga harus dijaga dengan selalu memakan makanan halal. Perbanyak sayuran, buah-buahan dan air putih.

Daripada menghabiskan uang untuk membeli anti aging yang harganya sama dengan harga bakso 20 mangkok, lebih baik bangun di sepertiga malam terakhir. Dengan bangun di sepertiga malam terakhir, lalu sholat tahajud dapat membuat awet muda. Setelah sholat tahajud jangan dilanjutkan tidur lagi, tapi ambil mushaf dan bacalah. Insya Allah di pagi hari badan akan terasa segar.

Dan kunci yang paling utama adalah optimis dan katakan pada diri sendiri : “Aku tetap cantik tanpa balutan kosmetik!“ Yakinlah bahwa diri Anda akan senantiasa terlihat cantik walaupun tanpa kosmetik. Percayalah kecantikan yang hakiki adalah kecantikan hati dan akhlak seorang perempuan, bukan sekedar topeng blush on, maskara, lipstick, dan compact powder. Yang terpenting adalah cobalah untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Saudariku, bersyukurlah Allah telah menciptakan tubuh kita dengan sempurna tanpa kekurangan satu apapun. Saudariku, yakinlah bahwa Allah telah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk. Kita tidak perlu susah-susah mengubah bentuk tubuh yang telah Allah anugerahi kepada kita. And trust that you are beautiful how the way you are! Percayalah bahwa kamu cantik bagaimana pun keadaanmu! Dan semua perempuan terlahir dalam dengan kecantikan khas-nya masing-masing. Nggak percaya? Silahkan coba…;D
Wallahu a’lam bishowab

By : Nadhiva Zahra

12 Golongan Yang Didoakan Malaikat


1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.

"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.

"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

Wallahua’lam bish shawwab

Keistimewaan Adzan


Keistimewaan Adzan Di antara ajaran Islam adalah adzan. Belum lama seorang komposer dan pianis top asal Turki terpaksa dibawa ke meja hijau disebabkan perbuatannya menghina Islam dengan cara mengirim gurauan adzan di sebuah jejaring sosial. Musisi yang sering tampil dalam acara “New York Philharmonic” dan “Berlin Symphony Orchestra” terancam hukuman penjara 18 tahun karena telah melecehkan nilai-nilai keagamaan.

Setiap agama tentu memiliki cara-cara tertentu dalam mengumpulkan manusia untuk melaksanakan suatu ibadah, seperti alat lonceng yang berlaku bagi umat Nasrani, terompet bagi umat Yahudi, api bagi Majusi, dan adzan bagi umat Islam. Bentuk maklumat beribadah ini sepatutnya dihargai dan dihormati. Adzan merupakan panggilan yang disyariatkan sebagai penanda masuknya waktu shalat fardhu bagi umat Islam. Berkaitan dengan pentingnya adzan ini, Nabi SAW menjelaskan beberapa keutamaannya, khususnya bagi orang-orang yang mengumandangkan adzan (muazin atau bilal).

Pertama, memperoleh kemuliaan spesial pada hari kiamat. “Sesungguhnya para muazin itu adalah orang yang paling 'panjang lehernya' pada hari kiamat.” (HR Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah). Menurut ulama, maksud 'panjang leher' ini adalah orang yang paling banyak pahalanya, paling banyak mengharapkan ampunan dari Allah, paling bagus balasan amal perbuatannya, dan orang yang paling dekat dengan Allah.

Kedua, mendapatkan ampunan, sebagai saksi dan pahala yang berlipat ganda. “Orang yang adzan akan diampuni kesalahannya oleh Allah sepanjang suaranya. Dan, akan menjadi saksi baginya segala apa yang ada di bumi, baik yang kering ataupun yang basah. Sedangkan, orang yang menjadi saksi shalat akan dicatat baginya pahala dua puluh lima shalat dan akan diampuni darinya dosa-dosa antara keduanya.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i).

Ketiga, memperoleh jaminan surga. Abu Hurairah berkata, “Suatu ketika, kami sedang berada bersama Rasul SAW, lalu kami melihat Bilal mengumandangkan adzan. Setelah selesai, Rasulullah kemudian bersabda, “Barang siapa mengatakan seperti ini dengan penuh keyakinan, maka dia dijamin masuk surga.” (HR Nasa’i).

“Barang siapa yang adzan selama 12 tahun, maka wajib baginya mendapatkan surga. Setiap adzan yang dilakukannya setiap hari akan mendapatkan 60 kebaikan. Dan dengan iqamahnya, ia dicatat mendapatkan 30 kebaikan.” (HR Ibnu Majah).

Demikianlah di antara keistimewaan adzan. Seandainya manusia mengetahui rahasia keistimewaan adzan, niscaya tak ada penghinaan dan pelecehan. Sebaliknya, mereka akan berlomba-lomba untuk mengumandangkannya.

“Sekiranya orang-orang mengetahui akan rahasia keutamaan adzan dan rahasia shaf pertama, niscaya mereka akan berebutan meraihnya meski dengan cara mengundi. Dan seandainya mereka mengetahui rahasia keutamaan yang ada pada waktu panasnya saat Zhuhur, niscaya mereka akan berebut mengerjakan shalat pada saat itu. Dan seandainya mereka mengetahui rahasia keutamaan yang ada pada waktu Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya untuk melakukan shalat keduanya walaupun harus dengan cara merangkak.” (HR Muslim). Wallahu a'lam.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 H


Besok 10 Dzulhijjah  1433 H, bertepatan dengan hari jum'at tanggal 26 Oktober 2012, diperingati  Ummat Islam sebagai Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban, dimana pada hari itu semua Ummat Islam di Indonesia bahkan Ummat Islam yang berada di belahan Dunia lain akan memperingati peristiwa bersejarah dimana Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah  untuk mengorbankan Putranya Nabi Ismail yang sangat dia kasihi. Perintah Allah untuk menyembelih Putranya dilaksanakan dengan ikhlas merupakan manisfetasi dari ketaatan dan loyalitas yang ditunjukkan  oleh seorang hamba Allah kepada Tuhan yang menciptakan semua yang ada di alam semesta ini.

Melihat dari latar sejarahnya, Idul Adha merupakan hari pembuktian cinta seorang hamba kepada Tuhannya. Sebagaimana kita tahu, saat itu nabi Ibrahim diuji kerelaannya untuk berkorban demi menjalankan perintah Tuhan. Tidak tanggung-tanggung, yang akan dikorbankan adalah anaknya, Ismail. Saat akan menyembelih Ismail, sekali lagi Tuhan menunjukkan keadilannya. Ia mengganti Ismail dengan hewan sembelihan, sehingga yang nabi Ibrahim sembelih adalah hewan tersebut, bukan anaknya. Apa hikmah dari kejadian ini???
Pada kisah nabi Ibrahim dan anaknya Ismail, kita diberikan pelajaran bahwa sebesar apapun cinta kita kepada segala sesuatu di dunia ini, cinta kepada Tuhan adalah yang utama.

Saya terkadang bertanya kepada diri sendiri sudah sejauh mana pengorbanan saya untuk taat kepada-Nya dan memperjuangkan Agama-Nya ? Sudahkan saya mengorbankan harta, jabatan, keluarga, atau bahkan jiwa saya untuk Allah dan Islam? Bahkan hanya sekedar untuk sumbangan perbaikan mushollapun kadang saya masih piker-pikir kalau menyumbang. Kalau ada teman yang meminta bantuan untuk dana perjuangan Islam, kadang masih sulit untuk memupuk keikhlasan dalam melakukannya. Ketika diminta untuk meninggalkan kepentingan pribadi demi Agama, kadang kepentingan pribadi masih lebih diutamakan.

Insya Allah besok pagi kita akan datang beramai-ramai ke tempat di selenggarakannya Sholat Idul Adha di lingkungan kita masing-masing,dimana kita akan memanjatkan doa kepada Allah,semoga diberi kebaikan dan diberi kesehatan supa bisa berjumpa lagi Dengan idul adha berikutnya.  Mungkin pada momen-momen seperti itulah kita bisa intospeksi pada diri kita masing-masing dan terus memperbaiki diri serta meningkatkan iman dan ketaqwaan yang kita miliki.


Alangkah indahnya hidup ini jika spirit Idul Adha untuk saling menyayangi dan mencintai kita terapkan dalam kehidupan kita bahkan setelah hari raya Idul Adha ini usai. Semoga spirit ini bisa menjadi nafas gerak kita untuk melewati kehidupan ini .Amin

Antara Uang, Kedudukan Tinggi, dan Agama


Pada suatu hari, ada seorang pria yang melakukan perjalanan bersama istri dan anak-anaknya. Di tengah perjalanan, ia bertemu seseorang yang berdiri di jalan. Lalu dia bertanya,
“Siapakah kamu?”,tanya bapak itu.
Orang itu menjawab,” Aku adalah uang”.
Sang bapak itu pun bertanya pada istri dan anak-anaknya,
“Haruskah kita mengajak dia untuk naik mobil dan melakukan perjalanan bersama kita?”.
Dengan serempak mereka mengatakan,
” Ya, tentu saja karena dengan uang itu dapat membantu kita jika kita ingin melakukan sesuatu, dan kita bisa mendapatkan apa pun yang kita inginkan”.
Mereka pun mengajak uang untuk naik dan melakukan perjalanan dengan mereka.
 

Mereka pun melanjutkan perjalanan, sampai mereka bertemu orang lain lagi di jalan.
“Siapa kamu?”,tanya sang bapak pada orang yang berdiri di jalan itu.
“Aku adalah kedudukan tinggi dan kekuasaan”, jawab orang itu.
Bapak itu pun bertanya kembali pada istri dan anak-anaknya,
“Haruskah kita meminta dia untuk naik ke mobil kita?”.
“Ya, tentu saja karena dengan kedudukan tinggi dan kekuasaan, kita memiliki kemampuan untuk melakukan apa pun yang kita inginkan”, jawab istri dan anak-anaknya.
Segera mereka mengajak kedudukan tinggi dan kekuasaan kedalam kendaraan mereka. Dan perjalanan kembali di lanjutkan.


Dalam perjalanan yang mereka lalui, mereka banyak bertemu dengan orang-orang dengan cara yang sama dengan mereka. Banyak yang memberikan kesenangan dan keinginan dalam hidup ini.
Sampai akhirnya mereka bertemu seseorang di jalan.
“Siapa kau?”, tanya bapak pada orang yang ada di jalan itu.
“Saya adalah Agama Islam”, jawabnya.
Dengan serempak bapak, istri, dan anak-anak berkata,
“Tidak. Ini belum waktunya, kami menginginkan kesenangan hidup di dunia ini, sedangkan agama akan mencegah kami dan melarang kami dari hal-hal kesenangan, agama juga akan mengontrol serta mengendalikan kami. Kami akan di buat susah dengan adanya halal dan haram (terlarang), doa ini dan itu, puasa ini dan puasa itu dan dan dan dan dan, itu akan menjadi beban atas kami. Tapi yang pasti kami akan kembali untuk untuk menjemputmu, tetapi setelah kami menikmati hidup dan segala sesuatu di dalamnya”.
Dengan sedih, mereka meninggalkan AGAMA dan kendaraan mereka pun melanjutkan perjalanan kembali.

Dan entah dari mana datangnya, tiba-tiba seseorang muncul di tengah jalan. Dia bertubuh tinggi besar, seperti petugas yang bertugas mengechek kendaraan di jalan. Dengan tegas dan cepat orang itu memalangkan sebuah tanda yang mengatakan, STOP!!! Dan orang itu memberi isyarat kepada bapak yang di dalam kendaraan agar keluar dari kendaraan.
“Perjalananmu telah berakhir, mungkin ini adalah hal yang kamu takut dan khawatirkan”,kata orang itu pada bapak.
Sang bapak terkejut dan ketakutan tapi gak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
“Saya mencari Agama Islam. Apakah dia ada bersamamu?”,tanya lelaki tinggi besar itu pada bapak.
“Tidak, aku meninggalkan dia tidak terlalu jauh di belakang. Kalau kamu membiarkanku kembali lagi, aku bisa memberikannya untuk kamu”,jawab bapak itu.
“Kamu gak memiliki kemampuan untuk kembali, perjalananmu telah berakhir dan gak ada jalan untuk kembali sekarang, kamu tidak mungkin kembali,”kata orang yang bertubuh besar itu.
“Tapi aku punya uang, kedudukan tinggi dan kekuasaan, istri, anak-anak, dan dan dan dan dan dan lainnya”, bapak itu membela.
“Mereka gak akan mampu memberi manfaat padamu, gak akan bisa melindungimu di hadapan Allah, gak sedikit pun!”, orang bertubuh tinggi besar itu menyergah.
“Kamu akan meninggalkan semua ini, dan gak ada salah satu dari mereka yang akan membantumu kecuali Agama Islam, tahu?”, lanjut orang itu.
Dengan ketakutan, sang bapak itu bertanya,
“Siapa kamu sebenarnya?”
“AKULAH KEMATIAN”,jawab orang itu.
Sang bapak pun memandang ke mobilnya, dia melihat istrinya mengambil alih posisinya sebagai pengemudi dan melanjutkan perjalanan. Dan gak satupun dari mereka yang tinggal bersamanya, gak satupun dari mereka membantunya.

Bapak itu menyesal karena meninggalkan Agama dan tidak mengajak dalam perjalanannya, tapi sudah terlambat. Terima kasih Sumber