Makassar Tidak Kasar Kawan

 MAKASSAR TIDAK KASAR.Hati kami biru! Biru itu tenang tapi menekan/kuat, sama seperti kami yang keras tapi kami tidak kasar.

Setiap bangsa/pribadi yang memiliki prinsip dan berkomitmen  pastilah akan memiliki karakter tersebut agar tak ada pelanggaran. Disini, kami masih sangat menghormati dan mempertahankan adat-istiadat, masih banyak hal tabu yang tidak boleh dilanggar. Adat adalah identitas, dan itu yang harus kami jaga dan lestarikan, kami adalah pewaris dan harus bisa ikut mewariskan bukan menjadi generasi yang melupakan.

Ketika prinsip yang kita pegang itu tidak di topang dengan intelektualitas yang memadai, sehingga kita yang merasa memiliki ilmu dan kuasa akan menjadi arogan dan haus untuk memberontak, menganggap diri paling benar  nah saat itulah keras bisa dikatakan kasar. Kasar itu luapan emosi yang melekat sehingga menjadi ciri/sifat, yang seperti ini bisa kita temukan dimana saja. Ubahlah mindset kalian, kasar tak melulu bicara soal Makassar.
MAKASSAR TIDAK KASAR.Sedari kecil kami pun diajari oleh orang tua dan lingkungan kami tentang arti bersama dan berbagi. Kami punya ego tapi kami tidak egois. Ribut-ribut kecil itu wajar , karena kami pun bagian dari bangsa yang masih belajar menuju dewasa. Tujuan kami satu, sama seperti yang lain… kami hidup dan bergerak menuju Kebenaran dan kebaikan sejati, hanya jalannya saja yang berbeda-beda bahkan ada yang sampai lupa jalan kesana.



MAKASSAR TIDAK KASAR.Kami juga bisa senyum kawan dan kami juga ber-sosialisasi bahkan solidaritas kami tak ada yang meragukannya. Mahasiswa kami bukan hanya mereka yang menjadi bintang kerusuhan di TV dan Koran-koran. Apakah Anda tahu kalau di Makassar pun sudah banyak berdiri komunitas yang mempertemukan dan mendudukkan bersama anak muda dan anak tidak muda tapi berjiwa muda yang sehobby dan satu-Visi? Kebanyakan dari mereka masih berstatus Mahasiswa loh, tapi mereka bukan golongan mahasiswa manja yang hanya berharap perubahan dengan berteriak, merusak dan membakar. Mereka bergerak, melakukan perbaikan membuat kegiatan yang melibatkan kreatifitas dan emosional. tapi media sekali lagi hanya meliput aksi anarkis kami...Kemana media?????



MAKASSAR TIDAK KASAR.Turunlah kesini, bergabunglah bersama kami dan rasakan kami dengan “menu” yang berbeda. Jangan pernah menilai kami sebatas pemberitaan media, bukankah kita sama-sama tahu bahwasanya “ berita sampah” adalah rating dan rating adalah pundi-pundi bagi mereka, sangat pragmatis bukan?! Mereka hanya datang saat kita ribut, kemudian pergi saat kita saling merangkul dan datang kembali saat ada keributan lain yang sebenarnya pun tidak perlu dibesar-besarkan. Apalagi memang mereka sangat terlatih untuk menambah-nambahkan dan menggabung-gabungkan satu kejadian dengan kejadian lain,beritakanlah sewajarnya, jangan mengarahkan opini publik, kami bisa menyelesaikannya baik-baik. Jangan menambah masalah kami dengan citra buruk.

Datanglah kemari, lihatlah betapa Makassar begitu berwarna. Langit kami biru, kami punya sunset yang sangat indah untuk dinanti dari ujung Pantai Losari, kami punya ragam budaya yang etnik dan unik yang bisa membuat kalian tersenyum dan ternganga, kami punya banyak kuliner khas yang akan membuatmu ketagihan, yah walau cara bertutur kami keras bukan berarti kami marah tapi kami ramah. Karena begitulah kami adanya, ala bisa karena biasa…MAKASSAR TIDAK KASAR KAWAN.

 *dikutip dari berbagai sumber


Bagaimana Pendapat Anda...?
Silahkan Beri Komentar Anda Dibawah Artikel ini .
(Pilih Anonymous) Untuk komentar tanpa nama dan tanpa registerasi.
0 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Post a Comment

Maaf, komentar anda akan di moderisasi terlebih dahulu
1. Berkomentarlah dengan kata-kata sopan dan tidak menyinggung
2. No sara, No spam, No junkers